Written by 09:31 Kosmetik & Kesehatan

10 Rekomendasi Alat Pengukur Tekanan Darah Terbaik

Bagi penderita hipertensi atau pasien penyakit ginjal, melakukan pengukuran tekanan darah rutin sangatlah penting. Anda yang tidak memiliki riwayat penyakit tertentu juga disarankan memeriksa tensi secara teratur. Tidak perlu mendatangi rumah sakit atau klinik tempat dokter praktik, Anda bisa mengecek tekanan darah di rumah dengan menyediakan alat pengukur tekanan darah, atau yang lebih dikenal dengan tensimeter.

Tensimeter atau lebih tepat disebut sfigmomanometer, adalah alat khusus untuk mengukur tekanan darah yang kini bisa dibeli secara bebas. Anda akan menemukan bermacam pilihan tipe dan keunggulan dari merek-merek seperti Beurer, Omron, dan OneMed. Supaya tidak bingung, kami akan menampilkan tensimeter terbaik beserta panduan memilihnya. Bookmark artikel ini untuk temukan tensimeter yang tepat!

Pentingnya Menyediakan Tensimeter di Rumah

Anda mungkin bertanya, “Mengapa saya butuh tensimeter di rumah?”. Jawabannya, selain hemat waktu dan biaya, menyiapkan tensimeter di rumah yang termasuk saran dari banyak organisasi medis memungkinkan hasil pengukuran lebih akurat. Sebabnya, pengukuran yang dilakukan dokter atau tenaga medis berpotensi membuat angka tensi kurang akurat karena Anda terkena white-coat hypertension.

White-coat hypertension atau sindrom jas putih adalah kondisi stres dan cemas saat hendak mengecek tekanan darah di rumah sakit atau klinik. Mengetahui hasil tensi secara akurat sangat penting bagi dokter agar dapat memberikan pasien obat hipertensi yang tepat, atau membeirkan pasien perawatan tepat sesuai kondisi yang dialami agar terhindar dari komplikasi hipertensi, semisal penyakit jantung atau stroke.

Banyak studi menunjukkan, pasien yang teratur mengukur tekanan darah di rumah bisa mengontrol gejala hipetensi lebih baik karena merasa terlibat aktif dalam perawatannya. Menariknya lagi, terhindarnya seseorang dari white-coat hypertension memungkinkan pendeteksian masked hypertension, atau tekanan darah tinggi yang terselubung akibat gejala yang sulit ditemukan.

Cara Memilih Alat Pengukur Tekanan Darah

Setelah memahami betapa pentingnya alat cek tekanan darah di rumah, Anda tentu berencana membeli salah satunya, bukan? Ada banyak sekali pilihan yang mungkin membuat Anda bingung. Oleh karena itu, kami akan menjelaskan cara memilih alat pengukur tekanan darah.

Berbagai tipe alat tersedia, mulai dari tensimeter konvensional yang menggunakan air raksa, hingga tensimeter digital yang bekerja secara otomatis. Kemudian, memeriksa panjang cuff termasuk hal yang penting diperhatikan. Ulasan selengkapnya telah kami rangkum pada poin-poin berikut.

Lebih Baik Memilih Tensimeter Digital atau Aneroid

Pertama kali ditemukan tahun 1881 oleh Samuel Siegfried Karl Rotter von Basch, tensimeter mengguakan air raksa sebagai pengisi alat ukur. Berkat perkembangan yang ada, tensimeter air raksa digantikan oleh tipe lain yang lebih aman, yakni tensimeter aneroid dan tensimeter digital.

Tensimeter aneroid juga termasuk konvensional, namun penggunaannya lebih aman ketimbang tensimeter air raksa. Jika sebelumnya alat cek gula darah memanfaatkan air raksa untuk menampilkan hasil ukur, tensimeter aneroid menggunakan putaran berangka menyerupai stopwatch sebagai pengukurnya. Satu kesamaan tensimeter aneroid dan air raksa adalah sama-sama masih menggunakan stetoskop.

Untuk penggunaan di rumah, tensimeter aneroid kurang dianjurkan karena tipe ini tidak bisa dipakai orang awam, melainkan hanya orang yang dibekali pengetahuan tentang tata cara mengukur tensi. Oleh karena itu, bila Anda ingin membeli tensimeter untuk di rumah, pilihlah tensimeter digital yang berdesain ringkas, modern, dan mampu bekerja otomatis.

Tensimeter digital, sesuai namanya, menampilkan hasil ukur dalam bentuk angka secara otomatis. Beberapa produsen melengkapi alatnya dengan notifikasi audio (alarm) atau status hasil pengukuran, apakah tergolong rendah, normal, atau tinggi. Tensimeter digital tidak memerlukan stetoskop untuk menandakan hasil ukur tekanan sistolik dan siastolik, melainkan sensor pendeteksi yang tentu saja membantu pengguna dengan gangguan pendengaran.

Pilihlah Tensimeter Otomatis untuk Kemudahan Guna

Alat pengukur tekanan darah yang dijual di pasaran bukan hanya terdiri dari tipe air raksa, aneroid, atau digital, melainkan ada yang modelnya bekerja secara manual, semi-otomatis, dan otomatis. American Heart Association (AHA) merekomendasikan tensimeter otomatis untuk pemakaian di rumah karena alasan kemudahan guna dibandingkan tensimeter manual dan semi-otomatis.

Alat pengukur tekanan darah otomatis tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga dinilai lebih akurat. Anda cukup memasukkan lengan atas ke dalam manset atau cuff tanpa perlu melilitkannya, lalu setelah menekan tombol yang disediakan, cuff pun mengembang otomatis dan pada monitor digital tertera hasil tekanan darah Anda, baik berupa angka tanpa teks keterangan atau disertai teks keterangan.

Namun perlu diketahui, harga pasaran tensimeter otomatis mengalami perbedaan cukup signifikan dibandingkan tensimeter manual dan semi-otomatis. Jika budget Anda tidak cukup besar, belilah tensimeter yang bekerja semi-otomatis. Anda mungkin masih harus melilitkan cuff ke lengan, namun cuff ini sudah didesain agar mengembang otomatis.

Sementara itu, alat pengukur tekanan darah manual lebih direkomendasikan penggunaannya untuk tenaga medis yang bukan hanya sudah ahli, namun mereka juga lebih sering menggunakan alat untuk mengukur tekanan darah pasien. Soal harga, sudah jelas alat pengukur tekanan darah manual yang paling murah daripada model lainnya.

Cek Ketepatan Ukuran Manset (Cuff) dengan Lengan Anda

Cuff adalah manset berbentuk kain lebar dengan panjang berbeda-beda untuk mengikat lengan pengguna. Saat mendatangi toko alat kesehatan atau memeriksa produk secara online, periksalah ukuran panjang manset. American Heart Association membuat kriteria umum dari ukuran manset berdasarkan pengugna, yakni 22cm – 26 cm untuk small adult, 27 – 34 cm untuk adult, dan 35 – 44 cm untuk large adult.

Jangan memilih tensimeter yang ukuran mansetnya terlalu lebar dari lingkar tangan Anda. Alasannya, salah ukuran manset menyebabkan lebih sering terjadi error atau kesalahan ukur. Pilihlah ukuran manset yang mengunci pas di lengan Anda. Anda dapat melakukan pengukuran terlebih dahulu untuk mengetahui ketepatan ukuran manset dengan lengan Anda.

Anda mungkin tidak diperkenankan membuka produk sebelum membelinya. Oleh karena itu, lakukanlah pengukuran lingkar lengan Anda dengan membentangkan pita pengukur dari bahu sampai siku. Manset yang tepat setidaknya mempunyai panjang 80% dan lebar 40% dari lingkar lengan Anda.

Siapa yang menggunakan tensimeter juga menjadi aspek lain untuk dipertimbangkan saat mengecek ukuran manset. Bila Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil di rumah, sebaiknya sediakan tensimeter yang bisa dipakai oleh anak Anda. Hal ini dapat diwujudkan dengan menyiapkan manset khusus yang bisa Anda pesan langsung ke perusahaan (produsen) atau toko alat kesehatan/apotek tertentu.

Pilih Tensimeter berdasarkan Metode Penggunaannya

Secara garis besar, tensimeter digunakan dengan 3 cara, yakni melilitkan manset pada pergelangan tangan, melilitkan manset pada lengan atas, atau tipe yang paling praktis dengan menyelipkan manset pada lengan atas. Kami ulas secara singkat kelebihan dan kekurangan di antara masing-masing tensimeter ini melalui poin-poin berikut.

Tipe yang Dililitkan ke Pergelangan Tangan (Wrist Blood Pressure Monitor)

Tensimeter tipe ini tergolong mudah penggunaannya. Cukup menyelipkan cuff ke pergelangan tangan, lalu mengencangkannya, atau melilitkan antara ujung velcro strap cuff-nya, alat ini sudah bisa beroperasi dengan baik. Hanya saja, hasil tensi kerap kali kurang akurat bilamana pengguna tidak dalam posisi diam. Maka itu, Anda harus duduk diam saat menggunakan tensimeter yang digunakan di pergelangan tangan.

Kurangi gerakan badan dan tangan selama proses pengukuran berlangsung agar menunjukkan hasil yang akurat. Selain itu, posisikan pula pergelangan tangan sama tinggi dengan jantung. Meskipun pemakaiannya sedikit repot, tensimeter ini berukuran kecil sehingga praktis untuk Anda bawa ke mana-mana, serta menyimpannya pun tidak perlu banyak ruang.

Tipe yang Dililitkan pada Lengan Atas (Upper Arm Pressure Monitor)

Untuk device yang mansetnya digunakan pada lengan atas dibedakan kembali menjadi 2 tipe, yakni tensimeter dengan cuff yang dililitkan, dan satu lagi yang diselipkan ke lengan atas. Untuk tipe pertama yang kainnya dililitkan, pastikan posisi lengan Anda harus sama tinggi dengan letak jantung. Cara yang sama dalam penggunaan wrist blood pressure monitor juga berlaku untuk upper arm pressure monitor.

Tipe kedua yang kain mansetnya diselipkan ke lengan atas menawarkan kemudahan pakai lebih baik dibandingkan upper arm pressure monitor tipe sebelumnya. Anda hanya tinggal memasukkan lengan atas ke dalam cuff yang menempel pada alat, lalu tunggu beberapa saat hingga keluar hasil tensi pada layar indikator. Namun, alat cek tensi ini berukuran jauh lebih besar, sehingga cukup memakan ruang penyimpanan.

Tensimeter upper arm tipe yang cuff-nya diselipkan juga mengharuskan Anda berada pada posisi duduk yang sama selama alat bekerja. Alat ini termasuk salah satu yang direkomendasikan banyak badan kesehatan atau organisasi medis. Bahkan, selain rumah sakit atau klinik, lembaga PMI (Palang Merah Indonesia) termasuk salah satu perhimpunan yang aktif menggunakan alat ukur tipe ini.

Periksa Standardisasi Produk untuk Memastikan Keakuratannya

Jangan pernah membeli tensimeter yang tidak memiliki standardisasi, validasi, atau sertifikasi dari badan-badan terakreditasi. Di Indonesia misalnya, ada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemkes RI) yang bertugas melakukan validasi alat agar mengikuti protokol terstandar guna memastikan keakuratan alat.

Jika tensimeter yang Anda hendak beli diproduksi oleh brand luar negeri, Anda bisa mengecek keakuratannya melalui label yang tertera pada kemasan, atau mengecek di official website-nya. Badan-badan terakreditasi seperti the British and Irish Hypertension Society, the US Association for the Advancement of Medical Instrumentation (AAMI), atau European Society of Hypertension (ESH) memiliki tangguna jawab melakukan validasi sebuah tensimeter.

Produk dari Eropa seperti Beurer atau merek lain biasanya mencantumkan barcode khusus dari Pharma-Zentrale Nummer (PZN) atau European Article Number (EAN) untuk menjamin kualitas yang teruji. Jadi, meskipun saat ini masih belum ada standardisasi universal yang harus diterapkan seluruh produsen tensimeter di dunia, Anda bisa memastikan kualitas sebuah produk yang telah distandardisasi dan divalidasi oleh badan-badan tersebut di atas.

Pilih Tensimeter yang Mencantumkan Petunjuk Pakai secara Lengkap

Belakangan, tensimeter memang dirancang agar nyaman dan mudah dipakai oleh setiap orang. Meski demikian, nampaknya tetap penting jika produk yang Anda beli menerangkan cara pakai alat secara jelas dan detail. Silakan periksa kotak kemasan atau ketersediaan kertas panduan khusus yang disediakan produsen agar Anda bisa menggunakan alat dengan tepat.

Kemudian, kami menyarankan agar Anda memilih tensimeter yang memiliki layar indikator cukup besar untuk mempermudah pembacaan hasil. Selain itu, tombol operasi yang besar juga lebih mudah untuk dipahami. Bila memungkinkan, pilihlah tensimeter didesain untuk kebutuhan mobile. Dengan begitu, Anda tetap bisa melakukan pengecekan tekanan darah saat travelling atau bekerja ke luar kota.

Periksa Fitur Tambahan yang Berguna untuk Anda

Pastikan alat ukur tekanan darah dapat bekerja sesuai dengan kondisi Anda. Upayakan membeli produk yang bekerja untuk kebutuhan universal. Tipe alat universal memungkinkan Anda mengukur tekanan darah untuk orang tua, hipertensi pada ibu hamil, hipertensi pada anak, atau kondisi-kondisi terkait semacamnya. Di samping memperhatikan kecocokan alat dengan kondisi Anda, cek pula fitur-fitur yang disematkan.

Anda akan menemukan tensimeter dengan bermacam fitur tambahan yang bermanfaat, misalnya untuk mengukur denyut nadi, detak jantung tidak teratur (arrhythmia), melacak perubahan per detik pada tingkat sistolik atau diastolik, indikator risiko berdasarkan hasil tensi, menampilkan rata-rata pengukuran untuk rentang waktu tertentu, penyimpanan memori, hingga fitur konektivitas yang menghubungkan alat ke komputer, laptop, atau smartphone agar hasil pembacaan dapat diunduh dan disimpan.

Sebaiknya Anda pilih tensimter dengan sediaan fitur-fitur tambahan tadi. Kemudian, alat tensi yang bekerja otomatis perlu dikalibrasi atau penyesuaian ulang secara rutin, paling tidak 1 – 2 tahun sekali. Tujuan pengkalibrasian adalah untuk menghindari tensimeter dari kerusakan sekaligus menjaga alat tetap stabil menunjukkan hasil tekanan paling akurat. Proses kalibrasi ini hanya bisa dilakukan oleh manufaktur atau produsen pembuatnya. Maka dari itu, sebaiknya Anda beli tensimeter dari merek terpercaya agar mudah mencari service center-nya.

10 Rekomendasi Alat Pengukur Tekanan Darah Terbaik

Sederet alat pengukur tekanan darah terbaik menanti Anda. Mari pilih produk yang menawarkan kemudahan, kenyamanan, dan keunggulan spesifikasi agar Anda tidak keberatan untuk menggunakannya setiap hari. Manakah tensimeter idaman Anda? Selamat menentukan!

1. Beurer BC 32

Produk multifungsi yang mampu menyimpan rata-rata tekanan darah 7 hari terakhir

Tensimeter keluaran Jerman ini didesain untuk penggunaan di pergelangan tangan. Bentuk ergonomis dan desain ringkas menjadikan alat ini mudah dan praktis Anda simpan untuk bepergian. Baik pemula atau yang terbiasa mengecek tensi, produk ini disematkan fitur notifikasi yang memberitahu pengguna apabila terjadi kesalahan guna alat, misalnya cuff tidak terpasang sempurna.

Anda yang perlu rutin memeriksakan diri ke dokter karena memiliki riwayat hipertensi akan terbantu berkat fitur penyimpanan rata-rata pengukuran tekanan darah selama 7 hari terakhir. Tensimeter dengan panjang cuff 13,5 cm – 19,5 cm ini memiliki standardisasi Eropa, serta dibekali fungsi tambahan mendeteksi ketidakteraturan detak jantung.

Tipe Digital
Lokasi penggunaan manset Pergelangan tangan
Panjang manset (cuff) 13,5 cm – 19,5 cm
Memori penyimpanan 2 x 60
Standarisasi produk CE (Conformitè Europëenne)
Fitur tambahan Mati otomatis, deteksi aritmia, indikator baterai lemah, penghitungan rata-rata tekanan darah dalam seminggu, notifikasi kesalahan guna alat
Kisaran harga Rp456.000

2. OneMed Tensi 200

Cuff berbahan nilon dengan velcro yang mudah dilepas pasang

OneMed Tensi 200 direkomendasikan kepada Anda tenaga medis yang sehari-hari harus menerapkan prosedur pengukuran tensi pasien yang berobat ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan terkait. Untuk pelajar tingkat atas jurusan kedokteran, produk ini juga bisa menjadi pilihan sebagai teman praktik sehari-hari.

Walau bertipe aneroid yang bekerja manual, tensimeter OneMed di atas memiliki pengait pada manometer yang memungkinkan Anda mengaitkannya pada manset. Pada kain manset tersedia velcro untuk mengencangkan, serta bahannya yang berupa nilon akan kukuh dan nyaman di bagian luar. Hadir dalam 4 pilihan warna, yakni pink, blue, grey, dan green, silakan pilih warna kesukaan Anda!

Tipe Aneroid
Lokasi penggunaan manset Lengan atas
Panjang manset (cuff) Tidak ada keterangan
Memori penyimpanan
Standarisasi produk Tidak ada keterangan
Fitur tambahan Tidak ada
Kisaran harga Rp114.000

3. Omron HEM-7130

Sanggup menyimpan hingga 60 data hasil pengukuran!

Brand asal Jepang, Omron, cukup banyak memproduksi alat pengukur tekanan darah. Salah satu produk terlarisnya adalah HEM-7130 yang bertipekan digital, serta digunakan pada upper arm. Hampir semua produknya dilegnkapi teknologi IntelliSense, tak terkecuali seri ini. Berkat teknologi tersebut, cuff tensimeter Omron akan menggelembung dan menekan dengan nyaman di lengan Anda.

Karena pemeriksaan tensi harus dalam posisi stabil, Omron HEM-7130 dibekali movement indicator yang akan tampil ketika pengguna melakukan gerakan saat pengukuran berlangsung. Denyut jantung yang tidak teratur mampu dideteksi dengan baik oleh alat ini, Anda pun bisa melaporkan sedini mungkin bila timbul kondisi aritmia yang mencurigakan.

Tipe Digital
Lokasi penggunaan manset Lengan atas
Panjang manset (cuff) 22 – 32 cm
Memori penyimpanan 60
Standarisasi produk AAMI (Association for the Advancement of Medical Instrumentation), ESH (European Society of Hypertension)
Fitur tambahan Cuff wrapping guide lamp, blood pressure level indicator, body movement detection, irregular heartbeat detection, average of last 3 readings, IntelliSense technology
Kisaran harga Rp580.000

4. AND UA-651

Cocok untuk kulit sensitif karena bebas lateks dan logam

AND UA-651 dirumuskan tanpa bahan lateks (latex-free) dan tanpa logam (metal-free). Panjang cuff-nya berdesain SlimFit akan menekan dan mengikat nyaman upper arm Anda. Tensimeter yang sudah tervalidasi secara klinis ini dilengkapi teknologi modern berupa indikator IHB dan WHO untuk memudahkan pembacaan denyut jantung dan tekanan darah.

Bentuk alat yang kompak memungkinkan Anda menyimpan maupun membawanya bepergian. Layar indikator yang menampilkan 3 baris berupa tekanan sistolik, diastolik, dan pulse menawarkan pengalaman baca yang sangat mudah. Tidak perlu waktu lama untuk memperlihatkan hasil ukur, serta average rating dan sediaan 30 penyimpanan data membuat AND UA-651 salah satu alat pengukur tekanan darah recommended untuk Anda coba.

Tipe Digital
Lokasi penggunaan manset Lengan atas
Panjang manset (cuff) 22– 32 cm
Memori penyimpanan 30
Standarisasi produk BHS (British Hypertension Society), AAMI (Association for the Advancement of Medical Instrumentation), ESH (European Society of Hypertension), Kemkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Fitur tambahan Irregular heartbeat indicator (IHB), WHO blood pressure classification indicator
Kisaran harga Rp450.000

5. Omron HEM-6232T

Dapat mengabarkan kondisi Anda melalui morning hypertension indicator-nya

Ingin mengecek tekanan darah secara berkala menggunakan tensimeter dari merek terpercaya? Kami harap Anda tertarik dengan produk satu ini. Omron, sebagai trusted brand merilis wrist blood pressure monitor HEM-6232T. Cukup mahal memang soal harga, namun dukungan fitur konektivitas Bluetooth menjadikan produk ini memungkinkan monitoring lebih nyaman di perangkat digital lain.

Ukurannya kecil sehingga ringan, serta pengoperasian yang hening memberikan pengalaman menarik setiap kali Anda ingin memantau tekanan darah. Tekanan udara yang dihembuskan ke dalam cuff menekan sempurna ke pergelangan tangan guna menjamin tensi yang akurat. Bisa digunakan hingga 2 pengguna dan daya tampung 100 kali disertai tanggal dan waktu, inilah tensimeter berfitur luas yang Anda butuhkan!

Tipe Digital
Lokasi penggunaan manset Pergelangan tangan
Panjang manset (cuff) 13,5 cm – 21,5 cm
Memori penyimpanan 100
Standarisasi produk AAMI (Association for the Advancement of Medical Instrumentation), ESH (European Society of Hypertension)
Fitur tambahan Konektivitas bluetooth, teknologi IntelliSense, indikator hipertensi, indikator gerakan tubuh, indikator detak jantung tidak teratur
Kisaran harga Rp1.279.000

6. GEA MI-1001

Produk terjangkau dengan jaminan hasil ukur yang presisi

Tidak sampai ratusan ribu, tensimeter aneroid keluaran GEA Medical satu ini cocok dipilih oleh Anda mahasiswa kedokteran yang berbujet terbatas, namun perlu tensimeter berperforma baik. Ada dua varian warna untuk Anda pilih, yakni hitam dan abu-abu. Sama seperti produk OneMed Tensi 200, tensimeter GEA MI-1001 mempunyai manset bermaterialkan kain nilon yang lembut di kulit.

Produk ini berdesain minimalis, serta tersedia clutch khusus untuk menyimpan seluruh komponen alat agar tidak berserakan. GEA mengklaim tensimeter jarum jam ini mampu mengukur tensi secara presisi. Untuk perawat, dokter, atau tenaga medis terkait sekalipun, alat ini wajib dimasukkan ke dalam daftar belanja!

Tipe Aneroid
Lokasi penggunaan manset Lengan atas
Panjang manset (cuff) 24 cm – 32 cm
Memori penyimpanan
Standarisasi produk Tidak ada keterangan
Fitur tambahan Tidak ada
Kisaran harga Rp130.000

7. Beurer BM 28

Alat pengukur tekanan darah kualitas Jerman kaya fitur

Apabila pada poin pertama Anda menemukan alat pengukur tekanan darah dari Beurer untuk tipe wrist, kali ini kami rekomendasikan tipe upper arm-nya. Salah satu keunggulan alat ini adalah memiliki kain manset dengan rentan luas, yakni 22 cm hingga 42 cm. Dengan kata lain, Anda yang berlengan kecil atau besar pun tetap nyaman menggunakannya.

Selain tawaran universal cuff, Beurer BM 28 beroperasi secara otomatis hanya dengan satu kali pencet. Layar monitor dengan teks besar memudahkan pembacaan hasil, serta indikator berwarna turut membantu Anda mengetahui level tekanan darah tergolong kategori apa. Saat baterai lemah atau terjadi arrhythmia, alat pengukur tekanan darah bersertifikasi ESH ini menampilkan notifikasi agar segera bisa Anda ambil tindakan.

Tipe Digital
Lokasi penggunaan manset Lengan atas
Panjang manset (cuff) 22 cm – 42 cm
Memori penyimpanan 4 x 30
Standarisasi produk CE (Conformitè Europëenne), PZN (Pharma-Zentrale-Nummer), ESH (European Society of Hypertension)
Fitur tambahan Mati secara otomatis, indikator risiko, mendeteksi aritmia, indikator baterai lemah, penghitungan rata-rata tekanan darah dalam seminggu, notifikasi kesalahan guna alat
Kisaran harga Rp628.000

8. Omron HEM-8712

Sistem one touch kekinian dan praktis guna!

Jangan ragu memilih tensimeter produksi Omron seri apapun karena semuanya telah teruji klinis. Tak terkecuali Omron HEM-8712, produk ini termasuk salah satu yang tervalidasi oleh lembaga terakreditasi. Jadikan alat ini alternatif dari seri HEM-7130 apabila budget Anda tidak sampai setengah juta lebih.

Omron HEM-8712 hanya menyediakan sistem one button tepat di tengah alat. Tidak perlu banyak operasi, Anda sudah bisa mengetahui berapa tekanan darah Anda di pagi hari, malam hari, atau waktu-waktu lainnya. Untuk Anda yang ingin memakai alat pengukur tekanan darah bersama keluarga, Omron menjual aksesori cuff berukuran S untuk lingkar lengan 17 cm – 22 cm, sehingga tetap akurat dipakai buah hati.

Tipe Digital
Lokasi penggunaan manset Lengan atas
Panjang manset (cuff) 22 cm – 32 cm
Memori penyimpanan 74
Standarisasi produk AAMI (Association for the Advancement of Medical Instrumentation), ESH (European Society of Hypertension)
Fitur tambahan Notifikasi penggunaan manset, indikator gerakan tubuh, indikator hipertensi, teknologi IntelliSense, memori hasil pengukuran terakhir
Kisaran harga Rp465.000

9. OneMed TensiOne 1A

Mampu membaca tekanan darah dan detak jantung secara akurat

OneMed TensiOne 1A telah divalidasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anda bisa membuktikannya di situs infoalkes.kemkes.go.id, lalu input kode “AKL 20501818118” pada Nomor Izin Edar, dan terpampanglah tensimeter ini pada tabel. Keakuratan dan keamanan sudah diuji langsung oleh lembaga resmi negara, check!

Alat pengukur tekanan darah OneMed satu ini cukup unik karena memiliki notifikasi bersuara bahasa Indonesia. Anda bahkan bisa mengetahui apabila terdapat sesuatu yang tidak beres, seperti ketika tidak benar memakai manset, terjadi irregular heartbeat, atau tubuh banyak gerak yang memberbesar hasil error, di mana alat ini akan menampilkan lampu berkedip sebagai peringatan. Jadi, produk ini mungkin menjadi salah satu yang sangat rugi Anda lewatkan begitu saja.

Tipe Digital
Lokasi penggunaan manset Lengan atas
Panjang manset (cuff) 22 cm – 32 cm
Memori penyimpanan 74
Standarisasi produk Kemkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Fitur tambahan Notifikasi audio hasil pengukuran berbahasa Indonesia, indikator detak jantung tidak teratur, deteksi gerakan tubuh, menampilkan rata-rata dari 3 hasil pengukuran terakhir,
Kisaran harga Rp350.000

10. PolyGreen KP-6230

Alat pengukur tekanan darah hemat daya mencapai 250 kali pengukuran

Produk dari “Negeri Panzer” Jerman ini mungkin tidak seterkenal Beurer, namun kualitas tensimeter rancangannya sangat bisa Anda andalkan. KP-6230 adalah tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah dari pergelangan tangan. Alat ini memiliki rentang pengukuran pressure 20 – 30 mmHg dan pulse rate 40 – 200 pulse per menit.

Layar monitor untuk display hasilnya terbilang unik karena dilengkapi liquid crystal. Hanya dengan 2 baterai AAA, tensimeter bermemori 2 database untuk masing-masing 50 data ini mampu tahan hingga 250 kali pengukuran. Walaupun hemat energi, PolyGreen tetap menyematkan low battery indicator untuk Anda berjaga-jaga. Kemudian, alat pengukur tekanan darah berdimensi 78 mm x 72 mm x 31 mm ini terdaftar di Kemkes RI dengan nomor izin edar AKL 20501511153.

Tipe Digital
Lokasi penggunaan manset Pergelangan tangan
Panjang manset (cuff) 13,5 cm – 22 cm
Memori penyimpanan 2 x 50
Standarisasi produk ISO (International Organization for Standardization), CE (Conformitè Europëenne), Kemkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Fitur tambahan Auto off, indikator baterai lemah, indikator detak jantung tidak teratur, konektivitas USB (fungsi opsional)
Kisaran harga Rp310.000

Kapan Waktu Optimal untuk Mengukur Tekanan Darah?

Sangat normal apabila tekanan darah berubah sepanjang hari. Bahkan menurut penelitian, tekanan darah seseorang bisa berubah sampai 20 mm dala sehari, tergantung tingkat aktivitas, asupan makanan dan minuman, stres, dan sebagainya. Berdasarkan alasan tersebutlah mengapa kita dianjurkan mengambil tekanan darah secara teratur. Namun, kapan waktu yang optimal untuk melakukan pengecekan tensi?

Tekanan darah dapat Anda lakukan 1 jam setelah bangun tidur di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. Waktu tersebut sangat optimal untuk mengukur tekanan darah. Bila Anda ingin mengecek tekanan darah di pagi hari, berikut caranya: pastikan sudah melewati 1 jam bangun tidur, lalu lakukan sebelum sarapan dan sesudah mengunjungi kamar kecil. Istirahatkan badan 1 – 2 menit, kemudian ukurlah tekanan darah dalam posisi duduk.

Sementara pengukuran di malam hari tidak jauh berbeda dengan melakukan pengukuran di pagi hari. Caranya dengan menyediakan waktu 1 – 2 menit untuk bersitirahat, lalu ukur tekanan darah Anda dalam posisi duduk sebelum pergi tidur. Lakukanlah pengukuran tekanan darah teratur setiap hari pada periode waktu yang sama.

Lihat juga rekomendasi alat cek gula darah terbaik di sini!

Selain tekanan darah, glukosa dan keton dalam darah juga perlu diperiksa secara rutin. Dengan demikian, nampaknya akan lebih optimal pengontrolan kesehatan Anda dengan menyediakan alat cek gula darah atau glucose meter di rumah.

Pilihlah alat cek gula darah yang hanya memerlukan volume sampel darah sedikit, serta tidak butuh waktu lama untuk melakukan pengukuran. Periksalah kebutuhan Anda selengkapnya, serta temukan alat cek gula darah terbaik di artikel berikut ini.

10 Rekomendasi Alat Cek Gula Darah (Glucometer) Terbaik

Kesimpulan

Orang dengan risiko hipertensi dianjurkan mengontrol tekanan darah dan melakukan pengecekan tensi secara berkala. Pada orang tanpa riwayat hipertensi, mengukur tensi secara rutin akan mencegah terjadinya bahaya penyakit akibat hipertensi. Untuk itu, kami harap Anda menemukan tensimeter terbaik untuk membantu Anda terhindar dari tekanan darah tinggi yang berdampak pada gangguan kesehatan tertentu.

Kami ingatkan kembali, tensimeter yang hendak Anda beli sebaiknya telah terstandardisasi agar keakuratannya lebih terjamin. Tak hanya itu, alat pengukur tekanan darah yang dibekali fitur-fitur tambahan seperti memori penyimpanan akan membantu Anda mengetahui jumlah rata-rata tensi untuk periode waktu tertentu. Pilihlah tensimeter yang nyaman dan mudah Anda gunakan setiap hari. Stay healthy!

(Visited 7.923 times, 72 visits today)