Written by 20:17 Lensa & Kamera

10 Rekomendasi Kamera DSLR Canon Terbaik

Canon adalah salah satu produsen kamera terbesar di dunia. Dari segala macam jenis kamera Canon yang beredar, salah satu yang paling disukai adalah jenis digital single-lens reflex (DSRL)-nya. Tersedia pilihan kamera DSLR untuk semua tipe konsumer, baik yang pemula hingga fotografer veteran sekalipun.

Banyaknya varian DSLR Canon dapat membuat Anda kewalahan dalam memilih. Untuk memudahkan, kami menjabarkan cara memilih yang tepat pada artikel ini. Lebih dari itu, kami juga telah menyaring sepuluh produk terbaik versi PickyBest sebagai rekomendasi Anda. Yuk, pahami lebih lanjut untuk menemukan yang tepat!

Cara Memilih Kamera DSLR Canon

Dalam memilih kamera DSLR Canon yang paling cocok buat Anda, terdapat cukup banyak aspek yang perlu ditilik. Mulai dari segmentasi, sistem autofokus dan continous shot-nya untuk memotret objek bergerak, stabilitas lensa, kemampuan perekaman video, konektivitas, dan opsi pembelian dengan lensa kit.

Pilih Kamera Berdasarkan Segmentasinya

Di Indonesia, semua DSLR Canon diberi nama EOS, singkatan dari Electro-Optical System. Kemudian diikuti satu sampai empat digit nomor varian, dan diakhiri huruf “D” untuk “digital”. Nomor varian ini menunjukkan segmentasinya yang terbagi menjadi pemula, semi-profesional, dan profesional.

Entry-level untuk Pemula yang Baru Berkenalan dengan Fotografi

Kamera DSLR Canon di segmen pemula menawarkan fitur yang lebih sedikit. Tetapi, justru itulah kelebihannya. Dengan fitur lebih sedikit, Anda yang baru belajar fotografi tidak dibuat pusing karena harus mempelajari seluk beluk setiap fitur. Baru setelah memahami pengoperasian dasar, fitur-fitur yang tersedia bisa mulai diatur secara manual untuk mengembangkan kreativitas.

Alasan yang sama juga membuat kamera di segmen ini ideal untuk Anda yang tidak terlalu berminat mempelajari fotografi, tetapi ingin kualitas foto yang lebih bagus dari kamera ponsel. Dengan membiarkan pengaturan berjalan otomatis, Anda tidak perlu banyak mengulik untuk mendapatkan hasil gambar yang optimal.

Varian DSLR Canon di level pemula terdiri dari empat sampai dua digit angka. Semakin sedikit digitnya, semakin bagus kameranya. Pilihan yang tersedia buat Anda yang pemula adalah EOS 3000D, 1500D, 800D, 200D, dan 77D.

Semi-profesional untuk Anda yang Akrab dengan Dunia Fotografi

Kamera DSLR di segmen ini memiliki beragam fitur yang menuntut penggunanya untuk memahami pengaturan secara manual. Biasanya, segmen ini dibekali sensitivitas ISO lebih tinggi untuk memotret di tempat minim pencahayaan, titik autofokus lebih banyak, kecepatan continuous shot lebih tinggi, resolusi perekaman video lebih besar, dan banyak lagi.

Rentang harga kamera DSLR Canon di segmen semi-profesional sangat bervariasi. Pada varian yang telah dibekali sedikit fitur untuk level profesional seperti sensor full frame, harganya bisa cukup mahal. Untuk itu, bandingkan spesifikasi dan harga dari setiap opsi yang ada untuk memastikan produk mana yang paling ideal buat Anda.

Varian DSLR Canon di segmen ini tiga sampai satu digit angka. Sama seperti di segmen pemula, semakin sedikit digitnya, semakin tinggi spesifikasinya. Opsi yang tersedia adalah EOS 850D, 80D, 90D, dan 6D Mark II.

Profesional untuk Fotografer Full-time

Kamera DSLR di segmen profesional adalah sebuah investasi yang perannya vital untuk pekerjaan fotografer profesional. Hal ini tercermin dari harganya yang sangat tinggi. Dibekali sensor penuh, sensitifitas ISO tinggi, dan kemampuan perekaman video yang setara kualitas sinema, semua pekerjaan fotografi dapat Anda lakukan di sini.

Semua varian kamera DSLR profesional Canon terdiri dari satu digit angka. Semakin kecil nilai angkanya, semakin advance pula sistemnya. Varian yang tersedia saat ini adalah EOS 5D Mark IV dan EOS-1D X Mark III.

Perlu Mengambil Gambar Objek yang Bergerak Cepat? Perhatikan Dua Aspek Berikut!

Salah satu kebutuhan fotografi yang paling umum, baik pada segmen pemula atau profesional, adalah pengambilan gambar objek bergerak. Pada dasarnya, efektifitas pemotretan bergantung pada pengaturan kecepatan rana (shutter speed), bukaan difragma atau apertur, dan sensitivitas ISO.

Kendati begitu, mengandalkan pengaturan ini saja kerap tidak cukup untuk pengambilan gambar objek yang pergerakannya sangat cepat, misalnya mobil balap yang sedang mengebut di sirkuit atau bola yang sedang melayang di udara. Di sinilah pentingnya sistem autofokus dan kecepatan continous shooting pada kamera.

Semakin Banyak Titik Autofokus, Semakin Tajam Hasil Tangkapan Objek

Pengoperasian fokus secara manual hanya cukup untuk memotret objek diam. Untuk memotret objek yang bergerak cepat dan berada di situasi yang tak bisa diprediksi, Anda lebih baik memanfaatkan autofokus.

Semakin banyak titik autofokus, semakin mudah Anda dalam melakukan tracking objek. Terutama dalam situasi yang tidak bisa diprediksi seperti ketika memotret pertandingan olahraga. Anda perlu mengikuti terus pergerakan pemain yang ingin dipotret. Jika titik autofokusnya sedikit, fokus bisa hilang kalau objek foto ada di posisi yang tidak terkena titik autofokus.

Jumlah titik autofokus pada kamera DSLR Canon bervariasi, tergantung pada level pemakaian kamera. Pada level pemula dan semi-profesional, terdapat 9 sampai 45 titik autofokus. Sedangkan pada level profesional, 61 hingga 191 titik.

Kalau Anda hanya berfoto di dalam studio atau lingkungan biasa, 9 titik autofokus pada varian seperti EOS 1500D saja sudah lebih dari cukup. Tetapi untuk skala pertandingan olahraga atau action filmmaking, Anda barangkali butuh lebih dari itu.

Lebih Tinggi Kecepatan Continuous Shot, Makin Banyak Foto yang Bisa Diambil pada Tiap Detik

Fotografer lapangan tidak punya waktu untuk mengatur timing presisi maupun memeriksa hasil foto sehabis memotret. Karena itu, semua rentetan kejadian atau gerakan objek harus diambil dengan memanfaatkan continuous shot alias mode burst.

Dengan menahan shutter selama satu detik, kita bisa mendapatkan beberapa frame atau foto yang jumlahnya tergantung pada kecepatan continuous shot kamera yang dipakai. Semakin tinggi kecepatannya, semakin minim momen yang terlewatkan.

Jika Anda fotografer olahraga, pilihlah kamera DSLR Canon yang kecepatan continuous shot-nya tinggi, seperti EOS-1D X Mark III yang punya kecepatan burst hingga 20 frame per second. Jangan lupa untuk juga memilih kartu SD yang kencang agar tidak membatasi kecepatan kamera dalam membuat file baru.

Mau Merekam Video? DSLR Canon sudah Support Resolusi 4K sejak Level Semi-profesional!

Jika Anda perlu merekam video, kamera DSLR Canon sejak level semi-profesional sudah mendukung perekaman di resolusi 4K Ultra High Definition (UHD). Sehingga, Anda dapat peroleh video berukuran 3840 x 2160 piksel yang cocok untuk semua kebutuhan video modern, mulai dari periklanan hingga perfilman.

Jika video jadi yang Anda butuhkan tidak perlu 4K, dengan merekam video mentahnya dalam resolusi 4K, Anda mendapatkan keleluasaan lebih dalam proses editing video, karena dapat memperbesar, memotong, dan melakukan pan tanpa kehilangan kualitas. Yang penting, jangan lupa untuk menggunakan kartu SD yang besar karena video 4K bakal memakan tempat yang lumayan banyak.

Membagikan Foto Seketika dengan Konektivitas Wi-Fi

Semua kamera DSLR Canon, bahkan di level pemula yang harganya paling murah sekalipun sudah mendukung konektivitas Wi-Fi. Konektivitas Wi-Fi fungsinya banyak, bisa untuk memindahkan file ke komputer, mencetak foto secara langsung ke printer, dan banyak lagi.

Untuk fotografer studio, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk membagi layar dengan device yang layarnya besar seperti tablet. Melalui tablet ini, Anda bisa menunjukkan hasil foto yang baru saja diambil kepada klien yang ada di studio. Dengan begitu, Anda bisa langsung mendapatkan feedback untuk memperlancar sesi pemotretan.

Lebih Baik Beli yang Lengkap dengan Lensa Kit atau Bodi Saja?

Kamera DSLR Canon dijual dalam dua pilihan, bodi saja atau dengan lensa kit. Yang dijual dengan lensa kit, berarti paket penjualan berisi bodi kamera dan satu buah lensa. Lensa yang tersedia biasanya yang berada di fokal standar seperti 18 – 55 milimeter atau 24 – 105 mm.

Bila Anda baru pertama kali membeli kamera DSLR, lebih baik pilih yang sudah termasuk lensa kit karena bakal lebih praktis dan hemat. Sebab, kenaikan harga setelah ditambah lensa kit tidaklah terlalu mahal.

Sedangkan untuk yang sudah lama menekuni fotografi dan punya koleksi lensa, Anda kemungkinan besar sudah punya lensa standar di range fokal yang ditawarkan oleh lensa kit, sehingga bakal lebih hemat beli bodi kameranya saja. Tetapi jika belum punya, pilih saja yang sudah termasuk lensa kit.

Pilih yang Punya Kode “IS” pada Lensa untuk Pengambilan Gambar Lebih Stabil

Apabila Anda memutuskan untuk membeli kamera DSLR Canon yang sudah termasuk dengan lensa kit, pastikan terdapat fitur image stabilisation yang ditandai dengan kode “IS”.

Seperti namanya, fitur IS berfungsi menstabilkan gambar dari efek goncangan pada kamera. Pengaruhnya akan sangat terasa untuk mencegah terjadinya blur saat pengambilan gambar dengan shutter speed rendah tanpa tripod.

Fitur IS bisa disematkan di lensanya maupun pada kamera itu sendiri. Jika kamera DSLR Canon yang Anda pilih tidak memiliki fitur IS, maka pastikan kode tersebut ada pada lensa kitnya. Begitupun jika Anda membeli lensa terpisah di kemudian hari.

10 Rekomendasi Kamera DSLR Canon Terbaik

Setelah Anda mempelajari cara memilih kamera DSLR Canon yang paling cocok buat Anda, di bagian ini kami sudah memilihkan sepuluh produk yang bisa Anda pertimbangkan.

1. Canon EOS 1500D Kit (EF S18-55 IS II)

Sumber: Id.canon

Ramah untuk pemula yang baru pertama pegang kamera DSLR

Apakah ini pertama kalinya Anda membeli kamera? Kalau begitu, Anda bisa mulai dari EOS 1500D yang merupakan salah satu kamera DSLR Canon dengan fitur paling mendasar. Di harganya yang hanya tujuh jutaan, Anda juga sudah dibekali lensa 18 – 55 mm, lensa standar fotografi yang bisa dipakai untuk berbagai tipe pemotretan.

Anda bisa berkenalan dengan fitur-fitur dasar kamera DSLR, termasuk berlatih mengoperasikannya dengan pola pengaturan yang mudah dan intuitif karena tidak kebanyakan tombol.

SegmenEntry-level
SensorAPS-C
ISO100 hingga 6.400 (H:12.800)
Jumlah titik autofokus9 Titik AF (AF tipe silang yang sensitif hingga f/5.6 dengan titik AF di tengah)
Jumlah continuous shot per detik3
Kisaran hargaRp7.450.000

2. Canon EOS 200D II (EF-S 18-55mm f/4-5.6 IS STM)

Sumber: Id.canon

Vlogging asyik tanpa perlu rogoh kocek dalam

EOS 200D II adalah pembaruan untuk EOS 200D yang dirilis Canon pada 2019. Sebagai kamera entry-level untuk belajar fotografi, spesifikasinya sangat solid. Seain memiliki ISO tinggi yang didukung prosesor DIGIC 8, kerja autofokusnya juga dimaksimalkan dengan Dual Pixel CMOS AF.

Kocek yang perlu Anda keluarkan hanya 12 jutaan saja untuk EOS 200D II yang telah dilengkapi lensa kit EF-S 18-55mm f/4-5.6 IS STM. Kamera ini enak juga dipakai untuk vlogging karena layarnya bisa ditarik keluar dan diputar 180 derajat.

SegmenEntry-level
SensorAPS-C
ISO100 – 25.600 (H:51.200)
Jumlah titik autofokusOVF: 9 Titik AF| Live View: 3.975 pilihan area fokus
Jumlah continuous shot per detikOVF: 5fps (One-Shot AF & AI Servo AF) | Live View: 5fps (One-Shot AF), 3.5fps (Servo AF)
Kisaran hargaRp12.250.000

3. Canon EOS 800D

Sumber: Id.canon

Leluasa mengikuti objek bergerak dengan 45 titik autofokus

EOS 800D memiliki autofokus yang cepat dengan titik yang banyak pula. Didukung juga oleh kecepatan burst hingga 6 FPS, menjadikannya kamera DSLR yang cukup baik untuk memotret objek yang bergerak cepat.

Untuk memudahkan pengoperasian, terdapat cukup banyak mode pemotretan yang bisa Anda sesuaikan dengan skenarionya. Di samping itu, meskipun belum 4K, perekaman videonya bisa sampai 60 FPS, sehingga termasuk baik untuk memproduksi video dengan sedikit slow motion.

SegmenEntry-level
SensorAPS-C
ISO100 – 25.600 (H:51.200)
Jumlah titik autofokus45 Titik (Titik AF tipe silang: maks. 45 titik)
Jumlah continuous shot per detik6
Kisaran hargaRp11.650.000

4. Canon EOS 77D

Sumber: Id.canon

Kamera DSLR Canon terbaik di level pemula

Bila Anda punya budget lebih, EOS 77D adalah kamera DSLR Canon entry level terbaik untuk saat ini. Dibekali prosesor DIGIC 7 yang mampu meminimalisir noise saat memakai ISO tinggi di tempat yang cahayanya kurang.

Sekilas, spesifikasi EOS 77D mirip dengan EOS 800D. Meski begitu, varian ini dirancang untuk pemula yang ingin mencoba teknik fotogafi lebih expert. Hal ini dicerminkan dengan terdapatnya panel LCD atas dan dial elektronik yang membuat pengoperasian jadi lebih leluasa, mirip seperti kamera pada level di atasnya.

SegmenEntry-level
SensorAPS-C
ISO100 – 25.600 (H:51.200)
Jumlah titik autofokus45 (Maks. 45 titik AF tipe Silang)
Jumlah continuous shot per detik6
Kisaran hargaRp14.200.000

5. Canon EOS 850D

Sumber: Id.canon

Naik satu level dengan harga yang masih terjangkau

EOS 850D adalah peningkatan dari EOS 800D. Anda bisa lihat bodinya yang memang cukup mirip. Namun, spesifikasi keduanya cukup berbeda. Salah satu yang paling kentara ada di aspek perekaman video milik EOS 850D yang sudah support resolusi 4K.

Canon EOS 850D juga mengalami peningkatan pada bagian prosesor dengan penyematan DIGIC 8, membuat noise pada ISO tinggi makin diminimalisir lagi. Selain itu, prosesor ini juga memungkinkan berjalannya fitur eye detection AF.

SegmenSemi-profesional
SensorAPS-C
ISOStills: 100 – 25.600 (H:51.200)

Movie: 4K UHD: 100 – 6400 / Full HD:100 – 12.800 (H:25.600)

Jumlah titik autofokusOVF: 45 AF points max. (all cross-type)/Live View: Max. 3.975 selectable AF point positions/Up to 143 AF areas (auto selection)
Jumlah continuous shot per detikOVF: 7 (One-Shot AF/ AI Servo AF)

Live View: 7,5 (One-Shot AF)/ 4,5 (Servo AF)

Kisaran hargaRp15.900.000

6. Canon EOS 90D

Sumber: Id.canon

Build kokoh dan burst pesat untuk fotografi luar ruangan

EOS 90D adalah kamera yang cukup ideal dipakai untuk pekerja lapangan seperti fotografer olahraga atau alam liar. Berkat kemampuan burst-nya yang pesat hingga 10 FPS, video yang diambil pun bisa sampai 4K tanpa crop.

Di level semi-profesional ini, kamera memiliki bodi lebih tangguh, tahan lembap, serta kedap debu, mMembuatnya enak digunakan untuk fotografi luar ruangan yang situasinya tidak terprediksi.

SegmenSemi-profesional
SensorAPS-C
ISO100 – 25.600 (H:51.200)
Jumlah titik autofokusOVF: 45 Titik AF| Live View: 5.481 pilihan area fokus
Jumlah continuous shot per detikOVF: 10fps (One-Shot AF & AI Servo AF) | Live View: 11fps (One-Shot AF), 7fps (Servo AF)
Kisaran hargaRp19.800.000

7. Canon EOS 80D

Sumber: Id.canon

Alternatif EOS 90D yang sedikit lebih murah

Varian ini adalah salah satu rilisan lama yang masih disukai hingga sekarang. EOS 80D bisa menjadi alternatif dari EOS 90D karena spesifikasi keduanya hampir mirip. Perbedaan terbesarnya, EOS 80D belum support 4K dan masih pakai prosesor DIGIC 6 yang sudah agak outdated.

Produk ini pantas dipilih jika budget Anda kurang untuk mengambil EOS 90D. Dengan spesfikasinya yang tidak jauh, mestinya Anda bisa melakukan pola pemakaian yang tak terlalu berbeda.

SegmenSemi-profesional
SensorAPS-C
ISO100 – 12.800 (H:25.600)
Jumlah titik autofokus45 Titik AF (Semua tipe silang)
Jumlah continuous shot per detik7
Kisaran hargaRp17.990.000

8. Canon EOS 6D Mark II

Sumber: Id.canon

Kamera DSLR semi-profesional yang sudah full frame

Ukuran sensor dari EOS 6D Mark II menjadikannya nyaris seperti kamera profesional. Performanya memang tidak usah diragukan lagi, terbukti dengan penghargaan TIPA World Awards tahun 2018 yang ia dapat.

Selain pada ukuran sensor, keistimewaan lain kamera ini ada pada sensivitas ISO-nya yang bisa mencapai 40.000. Sebagai sebuah DSLR, bobotnya pun cenderung ringan, yakni hanya sebesar 765 gram. 141 gram lebih ringan dari EOS 90D.

SegmenSemi-profesional
SensorFull frame
ISO100 – 40.000, expandable to 102.400 (expandable range L:50, H1:51.200, H2:102.400)
Jumlah titik autofokus45 points (cross-type AF point: max. 45 points)
Jumlah continuous shot per detik6,5
Kisaran hargaRp29.500.000

9. Canon EOS 5D Mark IV

Sumber: Id.canon

Satu kamera untuk semua kebutuhan fotografer profesional

Performa cemerlang kamera DSLR satu ini membuatnya ideal dipakai di kebutuhan apa pun. Dari fotografi malam, lanskap, bahkan fotografi makro yang penuh detail sekalipun dapat Anda lakukan dengan lancar.

Di sisi lain, kapabilitasnya dalam merekam video juga jempolan. Lewat dukungan resolusi 4K, EOS 5D Mark IV dapat dimanfaatkan untuk produksi konten ataupun film profesional.

SegmenProfesional
SensorFull frame
ISO100 – 32.000 (H:102.400)
Jumlah titik autofokus61 AF points (Up to 41 cross-type points)
Jumlah continuous shot per detik7
Kisaran hargaRp55.900.000

10. Canon EOS-1D X Mark III

Sumber: Id.canon

Kamera Canon nomor wahid yang bisa dibeli saat ini

EOS-1D X Mark III adalah mimpi besar para pekerja kreatif. Bukan hanya fotografer, videografer juga memuja kamera ini karena kemampuannya merekam video hingga 5.5K pada 50p sampai 60p.

Kecepatan burst-nya pun sangat kencang, yakni 16 FPS saat menggunakan viewfinder optik, dan 20 FPS saat menggunakan live view. Jika fotografi adalah mata pencaharian Anda, EOS-1D X Mark III adalah investasi panjang yang akan selalu setia menemani perjalanan karir Anda.

SegmenProfesional
SensorFull frame
ISOStills: 100 – 102.400 (L:50, H1:204.800, H2:409.600, H3:819.200)

Film: 100 – 25.600 (H1:204.800)

Jumlah titik autofokusOVF: Maks. 191 titik (titik AF tipe silang: maks. 155 titik) / Live View: Maks. 3.869 pilihan posisi titik AF / Hingga 525 area AF (pemilihan otomatis)
Jumlah continuous shot per detikOVF: Hingga 16 (One-Shot AF/ AI Servo AF)

Live View: Hingga 20 (One-Shot AF/ Servo AF)

Kisaran hargaRp122.900.000

Tabel Perbandingan Kamera DSLR Canon

ProdukCanon EOS 1500D Kit (EF S18-55 IS II)Canon EOS 200D II (EF-S 18-55mm f/4-5.6 IS STM)Canon EOS 800DCanon EOS 77DCanon EOS 850DCanon EOS 90DCanon EOS 80DCanon EOS 6D Mark IICanon EOS 5D Mark IVCanon EOS-1D X Mark III
SegmenEntry-levelEntry-levelEntry-levelEntry-levelSemi-profesionalSemi-profesionalSemi-profesionalSemi-profesionalProfesionalProfesional
SensorAPS-CAPS-CAPS-CAPS-CAPS-CAPS-CAPS-CFull frameFull frameFull frame
ISO100 hingga 6.400 (H:12.800)100 – 25.600 (H:51.200)100 – 25.600 (H:51.200)100 – 25.600 (H:51.200)Stills: 100 – 25.600 (H:51.200) Movie: 4K UHD: 100 – 6400 / Full HD:100 – 12.800 (H:25.600)100 – 25.600 (H:51.200)100 – 12.800 (H:25.600)100 – 40.000, expandable to 102.400 (expandable range L:50, H1:51.200, H2:102.400)100 – 32.000 (H:102.400)Stills: 100 – 102.400 (L:50, H1:204.800, H2:409.600, H3:819.200) Film: 100 – 25.600 (H1:204.800)
Jumlah titik autofokus9 Titik AF (AF tipe silang yang sensitif hingga f/5.6 dengan titik AF di tengah)OVF: 9 Titik AF| Live View: 3.975 pilihan area fokus45 Titik (Titik AF tipe silang: maks. 45 titik)45 (Maks. 45 titik AF tipe Silang)OVF: 45 AF points max. (all cross-type)/Live View: Max. 3.975 selectable AF point positions/Up to 143 AF areas (auto selection)OVF: 45 Titik AF| Live View: 5.481 pilihan area fokus45 Titik AF (Semua tipe silang)45 points (cross-type AF point: max. 45 points)61 AF points (Up to 41 cross-type points)OVF: Maks. 191 titik (titik AF tipe silang: maks. 155 titik) / Live View: Maks. 3.869 pilihan posisi titik AF / Hingga 525 area AF (pemilihan otomatis)
Jumlah continuous shot per detik3OVF: 5fps (One-Shot AF & AI Servo AF) | Live View: 5fps (One-Shot AF), 3.5fps (Servo AF)66OVF: 7 (One-Shot AF/ AI Servo AF) Live View: 7,5 (One-Shot AF)/ 4,5 (Servo AF)OVF: 10fps (One-Shot AF & AI Servo AF) | Live View: 11fps (One-Shot AF), 7fps (Servo AF)76,57OVF: Hingga 16 (One-Shot AF/ AI Servo AF) Live View: Hingga 20 (One-Shot AF/ Servo AF)
Kisaran hargaRp7.450.000Rp12.250.000Rp11.650.000Rp14.200.000Rp15.900.000Rp19.800.000Rp17.990.000Rp29.500.000Rp55.900.000Rp122.900.000
Periksa ketersediaan

Kesimpulan

Jadi, di antara sepuluh produk di atas, manakah kamera Canon yang paling cocok buat Anda? Memilih kamera memang mesti hati-hati harus mempertimbangkan segmentasi, sistem autofokus dan continous shot-nya untuk memotret objek bergerak, stabilitas lensa, kemampuan perekaman video, konektivitas, dan opsi pembelian dengan lensa kit.

Kalau Anda masih pemula, pilihlah kamera di segmentasi pemula yang harganya on budget. Anda dapat mempelajari fotografi dari dasar dengan kamera ini. Setelah kemampuan Anda bertambah, barulah Anda bisa upgrade ke varian yang lebih tinggi. Mudah-mudahan Anda berhasil temukan kamera DSLR Canon yang paling cocok buat Anda!

Referensi

Camera Buying Guide
https://www.canon.ca/en/Articles/2020/Canon-Camera-Buying-Guide diakses pada 24 Desember 2021

Canon model numbers explained: A guide to Canon’s odd DSLR camera naming system
https://www.expertreviews.co.uk/dslrs/1405777/canon-model-numbers-explained-guide-canon-camera diakses pada 24 Desember 2021

How to Buy a DSLR Camera – DSLR Purchase Guide
https://photographylife.com/dslr-purchase-guide diakses pada 24 Desember 2021

How Many Autofocus(AF) Points do You Need?
https://www.yourcamerastory.com/autofocus-points-you-need/ diakses pada 24 Desember 2021

4K Mirrorless & DSLR Cameras – Canon UK
https://www.canon.co.uk/cameras/4k-mirrorless-dslr/ diakses pada 24 Desember 2021

DSLR WiFi Connectivity: Valuable Feature or Marketing Gimmick? [Opinion] https://www.slrlounge.com/valuable-feature-marketing-gimmick-dslr-wifi-connectivity-opinion/ diakses pada 24 Desember 2021

Should you buy a kit lens?
https://digicamhelp.com/accessories/dslr-accessories/should-you-buy-a-kit-lens/ diakses pada 24 Desember 2021

(Visited 68 times, 1 visits today)