Written by 01:05 Otomotif

10 Rekomendasi Helm Motor Terbaik

Helm adalah pelindung kepala yang wajib dipakai ketika mengendarai motor. Baik jauh atau dekat, sebagai pengendara atau penumpang, Anda harus selalu menggunakan helm. Jika terjadi kecelakaan, helm bisa meminimalisir cedera kepala, bahkan tidak jarang menyelamatkan nyawa.

Merek-merek seperti KYT, MDS, dan Zeus memproduksi helm motor berkualitas. Bila Anda tertarik membeli salah satunya, pahami dulu cara memilih produk agar memiliki banyak alternatif. Di sini, kami juga punya sepuluh helm motor rekomendasi sebagai tambahan referensi buat Anda. Yuk, baca sampai tuntas!

Cara Memilih Helm Motor

Lantaran perannya yang sangat sentral dalam keselamatan berkendara, Anda tidak bisa sembarangan memilih helm. Cukup banyak aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari jenis helm, ukuran, material cangkang, kemudahan mencuci, sampai standar keamanannya.

Sesuaikan Jenisnya dengan Tingkat Keamanan yang Diperlukan

Ada beberapa jenis helm motor. Selain bentuknya yang berbeda-beda, tingkat keamanannya juga bervariasi sesuai peruntukkan. Agar kepala senantiasa terlindungi dan merasa nyaman, pastikan Anda memilih jenis helm yang sesuai dengan bobot perjalanan Anda.

Helm Full Face untuk Perlindungan Menyeluruh dari Kepala hingga Leher

Untuk Anda yang sering berkendara jarak jauh dengan kecepatan tinggi, helm full face mutlak Anda perlukan. Helm jenis ini tidak hanya melindungi seluruh bagian kepala dan leher, tetapi juga rahang dan dagu karena memiliki chin guard.

Bentuknya yang rapat juga mengisolasi wajah dari angin dan suara bising, membuat Anda tak terlalu lelah setelah perjalanan jauh. Karena menutupi seluruh kepala, helm full face bisa membuat gerah.

Untuk meminimalkan gerah, produsen membuat sistem ventilasi untuk sirkulasi udara. Pastikan sistem ventilasi ada pada produk full face yang Anda pilih agar pemakaiannya nyaman.

Sementara itu, dari segi estetika, pelindung kepala ini lebih cocok dipakai untuk pengendara motor sport atau racing. Meski begitu, tidak ada salahnya pula mengenakan helm ini saat mengendarai motor bebek atau matik.

Helm Half Face yang Nyaman dengan Daya Pandang Lebih Luas

Lebih sering berkendara jarak dekat di kecepatan rendah? Helm half face sudah lebih dari cukup. Karena tidak menutupi bagian wajah, Anda dapat bernapas dengan leluasa. Sirkulasi udara yang baik pun tidak bakal membuat Anda gerah.

Ketika berkendara, Anda juga mendapatkan daya pandang yang lebih luas. Bila ingin terlihat lebih trendi, Anda bisa mengganti visor dengan goggle. Absennya chin guard membuat helm half face tidak dapat melindungi rahang dan dagu.

Wajah pun tidak terlindungi dari debu jalanan, apalagi kalau tidak menggunakan visor. Karena itu, saat mengenakan helm half face, lebih baik kenakan masker atau buff agar mengurangi debu yang masuk ke saluran pernapasan.

Helm Modular yang Memadukan Tipe Full Face dan Half Face

Bila Anda bimbang memilih antara helm full face atau half face, modular helmet adalah jalan tengahnya. Sama seperti full face, helm modular memiliki chin guard. Tetapi, pelindung dagu tersebut dapat diangkat ke atas (flip-up), menjadikannya mirip helm half face.

Saat berkendara santai, Anda bisa angkat chin guard-nya supaya kepala lebih adem. Sedangkan ketika perlu berkendara dalam kecepatan tinggi, turunkan kembali chin guard-nya untuk proteksi maksimal. Chin guard yang bisa naik-turun membuat bodi produk ini tidak serapat helm full face.

Flip-up chin guard membuat fungsi isolasi helm modular tak semaksimal helm full face. Bobot helm juga lebih berat karena terdapat perangkat tambahan untuk mengatur chin guard tadi. Hal yang sama juga membuat shell-nya tidak setebal helm full face untuk mengompensasi bobot tambahan dari flip-up chin guard.

Helm Off-road untuk Melintasi Trek yang Cukup Ekstrem

Untuk Anda pengendara motor cross atau trail yang sering lewat medan off-road, pilihlah helm berjenis off-road. Bentuk helm ini cukup berbeda dari jenis lainnya. Pet-nya lebih panjang untuk menghadang air hujan dan terik sinar matahari.

Chin guard-nya dibuat panjang agar aliran udara lebih baik bagi pengendara. Selain itu, biasanya helm off-road tidak disertai kaca visor. Sebagai gantinya, pengendara disarankan menggunakan goggle yang lebih efektif melindungi mata dari serpihan debu dan cipratan air.

Meski dirancang untuk penggunaan off-road, tak masalah bila digunakan di tengah kota bersama motor cross Anda. Helm jenis ini tetap menawarkan proteksi maksimal, sirkulasi udara lebih baik, dan bobot lebih ringan dibanding helm full face.

Namun, daya isolasi helm off-road kurang baik karena memiliki banyak celah di bodinya. Anda mungkin tidak ingin menggunakannya untuk perjalanan jauh.

Agar Aman dan Nyaman, Pastikan Ukurannya sesuai Lingkar Kepala Anda

Sebelum membeli helm, Anda harus mengetahui ukuran lingkar kepala Anda terlebih dahulu. Cara mengukurnya, gunakanlah meteran tali dengan melingkarkannya ke daerah sekitar dahi dan ubun-ubun bawah. Setelah itu, cocokkan hasilnya dengan size chart yang diberikan oleh produsen helm yang Anda pilih.

Jika Anda ragu helmnya pas dengan ukuran lingkar kepala Anda atau tidak, pastikan helm tersebut terasa sedikit ketat di kepala dan tidak menimbulkan rasa sakit. Anda juga bisa menggelengkan kepala ke kanan dan kiri. Apabila sudah pas, helm mestinya tidak akan bergoyang dan membuat Anda pusing.

Untuk Melindungi Kepala dari Benturan, Perhatikan Material Shell-nya

Shell atau cangkang adalah bagian yang sangat krusial karena menjadi pelindung salah satu bagian paling rawan di kepala, yakni ubun-ubun. Pastikan materialnya kuat agar mampu menahan benturan. Adapun beberapa material yang umum dipakai adalah thermoplastic, fiber composite, dan pure carbon.

Thermoplastic adalah plastik yang melunak di suhu panas dan memiliki ketahanan benturan yang rendah. Karena itu, cangkang helm dari thermoplastic cenderung dibuat lebih tebal, lantas membuat bobot helm lebih berat. Salah satu jenis thermoplastic yang sering digunakan adalah Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS).

Selanjutnya, ada composite fiber yang merupakan campuran dari kevlar, fiber, dan karbon. Menghasilkan cangkang yang lebih rigid, tetapi bobotnya lebih ringan dari thermoplastic. Tentu saja, harganya pun sedikit lebih mahal.

Karbon adalah material yang paling kuat sekaligus paling enteng. Dibentuk lewat proses blow molding yang dikerjakan semi manual antara mesin dan manusia. Jelas, harga helm yang menggunakan material ini cenderung mahal.

Supaya Bagian Dalamnya Bisa Dicuci, Pilih yang Bersistem Knockdown

Busa di dalam helm akan menjadi kotor setelah lama dipakai. Kalau dibiarkan, jamur dan kutu akan tumbuh dan membawa dampak negatif terhadap kesehatan rambut serta kulit kepala Anda.

Supaya bisa dibersihkan mandiri, pastikan helm memiliki sistem inner knockdown yang memungkinkan busa di dalamnya untuk dicopot. Dalam periode tertentu, Anda juga bisa mengganti busanya dengan yang baru. Helm pun jadi lebih awet dan bisa dipakai untuk waktu lama.

Pertimbangan untuk Anda yang Menginginkan Helm dengan Double Visor

Sekilas, helm dengan double visor terkesan sangat fungsional karena memiliki tambahan visor dalam yang gelap untuk penggunaan siang hari. Meski begitu, terdapat konsekuensi yang perlu Anda pertimbangkan.

Pertama, karena visor tambahan ini terletak di dalam cangkang helm, apabila terjadi benturan, kacanya bisa pecah dan melukai wajah, khususnya di bagian pelipis mata.

Kedua, karena memerlukan mekanisme tambahan, konstruksi cangkang helm pun menjadi lebih tebal. Alhasil, bobot helm pun meningkat. Karena itu, Anda sebenarnya tidak perlu menjadikan double visor sebagai fitur prioritas dalam memilih produk.

Pilih yang Memenuhi Standar Keamanan dari Lembaga Berwenang

Setidaknya, standar keamanan yang mutlak harus ada pada helm pilihan Anda adalah Standar Nasional Indonesia (SNI). Meski begitu, banyak juga merek helm yang memiliki standar Department of Transportation (DOT) dari Amerika Serikat, Snell dari The Snell Memorial Foundation, dan ECE R-22-05 dari United Nations Economic Comission for Europe.

Semua standarisasi tersebut sama-sama mengukur seberapa baik lapisan foam di bawah cangkang helm dalam menyerap efek benturan. Yang berbeda hanyalah besar kekuatan benturan yang dijadikan syarat minimalnya saja. Sebaiknya, utamakan memilih helm yang jelas tersertifikasi aman oleh lembaga-lembaga tersebut, ya.

10 Rekomendasi Helm Motor Terbaik

Pada bagian ini, kami punya sepuluh helm terbaik versi PickyBet yang barangkali dapat memikat hati Anda.

1. KYT TT Course Electron Matt Black/Yellow

Ekstra nyaman dan melindungi untuk pengguna kacamata

Anda yang berkacamata barangkali sering merasa segan memakai helm full face karena busa bagian dalam helm kerap mengimpit tangkai kacamata hingga membuat kulit sakit.

KYT melakukan inovasi dengan membuat rongga khusus di kedua sisi cheek pads sebagai tempat untuk tangkai kacamata. Alhasil, Anda yang berkacamata merasakan kenyamanan helm full face yang sama seperti rider tanpa kacamata.

Selain itu, ketika menggunakan KYT TT Course, Anda takkan dibuat kepanasan berkat lima lubang ventilasi depan dan empat lubang ekstraktornya di belakang. Ventilasi yang baik juga didukung dengan busa breathable bieslastic yang andal menyerap keringat untuk kulit tetap kering sepanjang berkendara.

Jenis helmFull face
Ukuran (lingkar kepala)M (57 – 58 cm), L (59 – 60 cm), XL (61 – 62 cm)
Material shellADT thermoplastic
KelengkapanSingle visor, inner knockdown
SertifikasiSNI 1811-2007
Kisaran hargaRp1.050.000

2. Cargloss CF Retro Deep Black

Memiliki gaya retro yang gampang dimodifikasi

Helm half face bergaya retro buatan Cargloss satu ini memiliki tampilan sederhana, polos, namun tetap enak untuk dimodifikasi. Anda bisa menambahkan pet, visor, dan masker sesuai estetik yang Anda inginkan. Dari segi kenyamanan, busa helm ini cukup empuk sekaligus terasa mantap di kepala.

Cargloss CF Retro Deep Black sangat pas dipasangkan dengan motor bergaya retro seperti vespa ataupun motor tua lainnya. Tentu saja, helm ini cocok pula disandingkan bersama motor touring jika Anda lengkapi dengan masker dan visor untuk meningkatkan proteksinya.

Jenis helmHalf face
Ukuran (lingkar kepala)M (57 – 58 cm), L (59 – 60 cm), XL (61 – 62 cm)
Material shellHigh impact ABS
KelengkapanPet, inner knockdown, tali pengikat dagu
SertifikasiSNI 1811-2007, AMD. 1:2010
Kisaran hargaRp225.000

3. RIMC Sada Rosa Tosca Pastel

Sumber: Ridersinc.id

Menonjolkan feminitas rider perempuan

Tak sedikit pengendara perempuan menginginkan helm yang mampu menonjolkan identitas pemakainya. RIMC mengeluarkan seri Sada Rosa khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Bentuknya yang membulat tanpa sudut, dikombinasikan dengan warna pastel yang lembut, menciptakan aura feminin yang kental. Visor bogonya yang cembung juga memperkuat kesan urban, cocok buat perempuan berjiwa muda.

Jenis helmHalf face
Ukuran (lingkar kepala)M (57 – 58 cm), L (59 – 60 cm), XL (61 – 62 cm)
Material shellABS
KelengkapanSingle visor bening, inner knockdown, tali pengikat dagu micro click premium, kancing untuk pet tambahan, goggle strap
SertifikasiSNI
Kisaran hargaRp335.000

4. MDS Pro Rider

Memadukan keamanan, kenyaman, dan kepraktisan

Walau berjenis modular, material thermoplastic menjadiman kualitas yang tak mudah rusak pada pemakaian normal. Anda bakal lebih leluasa berkendara, baik dalam kecepatan tinggi maupun rendah. Kalau Anda berkacamata, Anda juga tidak perlu melepasnya tiap kali memasang helm.

Sebab bertpe modular, bobot dari MDS Pro Rider cenderung berat, yakni dua kilogram. Di awal penggunaan, kepala dan leher Anda barangkali akan merasa pegal. Tetapi, bobot yang berat menandakan helm menempel dengan mantap di kepala dan kuat menahan tiupan angin.

Jenis helmModular
Ukuran (lingkar kepala)M (57 – 58 cm), L (59 – 60 cm), XL (61 – 62 cm)
Material shellThermoplastic injected
KelengkapanDouble visor, inner knockdown
SertifikasiSNI, DOT, ECE R-22-05, SNELL, SJ
Kisaran hargaRp450.000

5. JPX FOX1

Sumber: Jphelmet.net

Menawarkan kualitas helm off-road terbaik dengan harga terjangkau

Anda yang doyan main motor cross tidak akan kecewa dengan helm pabrikan lokal ini. JPX FOX1 memiliki lapisan pelindung yang kuat, tetapi bobotnya ringan, hanya sebesar 1.2 kilogram saja.

Pengikat dagunya memakai double D ring, aman untuk Anda pakai di trek motor cross yang ekstrem. Anda juga tidak perlu khawatir penampilannya rusak oleh cat yang memudar karena rutin dipakai di bawah terpaan sinar matahari dan hujan.

Untuk ukuran helm off-road di bawah satu juta, produk ini memiliki kualitas sangat baik. Meski begitu, siapkan goggle agar wajah Anda terproteksi dari terpaan lumpur dan air. Tak perlu mencarinya jauh-jauh, JPX juga memproduksi goggle yang matching dengan desain berbagai varian JPX FOX1.

Jenis helmOff-road
Ukuran (lingkar kepala)M (57 – 58 cm), L (59 – 60 cm), XL (61 – 62 cm)
Material shellABS
KelengkapanInner knockdown, removable strap, chin protector
SertifikasiSNI
Kisaran hargaRp500.000

6. RSV Windtail Carbon Smoke

Memiliki fitur spoiler yang jarang terdapat pada helm half face

Carbon pada nama produk satu ini bukan merujuk pada bahan pure carbon yang digunakan untuk cangkang, melainkan motif warna saja. Tampilan RSV Windtail Carbon Smoke memang cukup unik karena, selain berwarna karbon, juga memiliki spoiler belakang yang jarang terdapat pada helm half face.

Dengan tambahan spoiler belakang tersebut, helm ini memiliki daya aerodinamis yang lebih baik, sekaligus mengeluarkan kesan sporty yang kuat. Clear visor-nya juga cocok untuk Anda yang sering berkendara di malam hari.

Jenis helmHalf face
Ukuran (lingkar kepala)M (54 – 56 cm), L (57 – 59 cm), XL (60 – 62 cm)
Material shellABS
KelengkapanSingle visor, inner knockdown, rear spoiler
SertifikasiSNI, DOT, ECE
Kisaran hargaRp350.000

7. JPX MX 726-R

Sumber: Jphelmet.net

Punya estetika helm off-road dengan chin guard yang bisa dicopot

Sekilas, helm ini terlihat seperti helm off-road dengan chin guard dan pet yang lebih pendek. Namun sebenarnya, helm ini bertipe hybrid antara full face dan half face berkat chin guard-nya yang bisa dicopot.

Uniknya, JPX MX 726-R disematkan kaca visor bawaan, sehingga Anda tidak perlu membeli goggle tambahan. Selain itu, produk pabrikan lokal ini juga mengadopsi airflow helm off-road sehingga kepala Anda selalu dingin.

Jika Anda memilih menggunakan helm JPX ini sebagai half face, Anda perlu mempertimbangkan visornya yang hanya setengah wajah karena membuat bagian hidung dan mulut tidak terlindungi.

Jenis helmFull face
Ukuran (lingkar kepala)L (59 – 60 cm), XL (61 – 62 cm)
Material shellABS
KelengkapanSingle visor, inner knockdown, rear spoiler, reinforced strap with quick realease system,
SertifikasiSNI, ECE
Kisaran hargaRp470.000

8. Arai RX7X

Sumber: Shopee.co.id

Kualitas maksimal untuk Anda yang ber-budget lebih

Kualitas helm ini sangat tinggi, bahkan memenuhi standar balapan profesional. Untuk pemakaian sehari-hari, asal Jepang ini akan memastikan ekstra proteksi untuk melindungi kepala Anda dari segala macam benturan yang mungkin terjadi.

Karena hanya menyediakan single visor bening, sebaiknya Anda membeli kaca visor gelap agar bisa diganti untuk berkendara siang hari. Penggantiannya pun sangat gampang berkat fitur khusus yang membuat side pod-nya mudah dibuka.

Jenis helmFull face
Ukuran (lingkar kepala)XS (53 – 54 cm), S (55 – 56 cm), M (57 – 58 cm), L (59 – 60 cm), XL (61 – 62 cm)
Material shellComposite fiber
KelengkapanSingle visor anti kabut,  DD Ring adjustable strap retention system dengan anti theft, intake udara
SertifikasiSNI, Snell, DOT
Kisaran hargaRp8.800.000

9. INK Metro 2

Dengan visor antibaret dilengkapi fitur anti-theft untuk cegah helm tertukar

INK mempersenjatai varian Metro 2 ini dengan visor antibaret. Asal tidak terkena gesekan ekstrem, visornya takkan meninggalkan bekas baret yang menggangu daya pandang pengendara. Anda cukup membersihkan kacanya secara rutin agar tidak ada debu bandel yang menempel.

Selain mengandalkan fitur anti-theft-nya, jika Anda khawatir helm tertukar, Anda bisa memberi nama pada helm ini berkat fitur alfabetnya. Penanda ini cukup berguna untuk menandai helm Anda dari helm serupa milik orang lain, terutama jika Anda sering menaruh helm di tempat penitipan.

Jenis helmHalf face
Ukuran (lingkar kepala)M (54 – 56 cm), L (57 – 59 cm), XL (60 – 62 cm)
Material shellADT resin injection
KelengkapanDouble visor, anti theft system, inner knockdown
SertifikasiSNI, DOT, ECE R-22-05, SNELL, SJ
Kisaran hargaRp390.000

10. Zeus ZS-813

Memiliki fungsionalitas lebih berkat tambahan visor gelap

Zeus 813 punya visor gelap untuk menjaga pandangan Anda bebas silau saat berkendara di siang yang terik. Kenyamanan produk ini juga tidak perlu dipertanyakan karena memiliki busa yang tidak menekan kepala, khususnya di bagian daun telinga yang cukup sensitif.

Meski hanya memiliki tiga lubang ventilasi masuk dan satu lubang keluar, helm ini tetap terasa adem berkat busa yang memiliki deflector udara. Sistem yang sama juga membuat udara yang memantul ke visor tidak menimbulkan embun yang mengganggu penglihatan. Visornya sendiri sudah antibaret, lho!

Jenis helmFull face
Ukuran (lingkar kepala)M (54 – 56 cm), L (57 – 59 cm), XL (60 – 62 cm)
Material shellABS
KelengkapanDouble visor, anti theft system, inner knockdown, spoiler
SertifikasiECE, DOT, JIS, NBR, CNS, SNI
Kisaran hargaRp780.000

Kesimpulan

Banyak sekali hal yang harus diperhatikan dalam memilih helm motor, bukan? Selain fitur-fitur penting terkait keamanan dan kenyamanan, Anda juga bisa mempertimbangkan helm yang tampilannya keren.

Dari semua produk yang kami rekomendasikan, adakah yang memikat selera Anda? Kalau Anda baru pertama membeli helm, pilihlah yang memiliki cangkang keras dan bobot ringan. Semoga Anda menemukan helm terbaik untuk keselamatan berkendara Anda, ya!

(Visited 185 times, 1 visits today)