Written by 01:17 Hobi

10 Rekomendasi Pupuk Terbaik untuk Bunga

Banyak yang mengakui bahwa berkebun merupakan aktivitas yang dapat membantu menghilangkan kepenatan. Apalagi bila tanaman yang kita rawat merupakan bunga-bunga berwarna-warni yang cantik. Untuk menjaga kesehatan tanaman bunga, Anda perlu menggunakan pupuk.

Pada artikel kali ini kami akan merekomendasikan sepuluh pupuk terbaik untuk bunga. Mulai dari pupuk produk GDM, Sroti, Grow More, hingga Biodoct. Namun, sebelumnya kami akan mengulas beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli pupuk.

Mengenal Komponen Penyusun Dasar pada Pupuk Bunga

Untuk tumbuh dengan baik, tanaman memerlukan air, sinar matahari, udara, serta unsur hara yang didapat dari tanah. Pupuk digunakan untuk menambahkan beberapa zat yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Tiga komponen utama yang biasanya terkandung dalam pupuk adalah nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K).

Nitrogen merupakan zat yang berfungsi mendorong pertumbuhan daun dan batang. Fosfat berfungsi untuk pertumbuhan bunga dan buah, sedangkan kalium untuk pertumbuhan akar. Efek yang dihasilkan pupuk tergantung pada perbandingan jumlah ketiga komponen di atas dan penambahan zat lainnya. Selain nitrogen, kalium, dan fosfat, kadang ditambahkan juga zat besi dan magnesium yang juga dibutuhkan tumbuhan.

Selain pupuk, penunjang pertumbuhan tanaman lainnya adalah energizing agent. Komponen kandungannya sama dengan pupuk, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak bisa membedakan antara pupuk dengan energizing agent. Jadi, pastikan Anda sudah memahami perbedaannya sebelum membeli, ya.

Cara Memilih Pupuk untuk Bunga

Banyak yang merasa bahwa memilih pupuk bunga itu gamapang-gampang sulit. Sebab, kita harus memahami jenis, bentuk, serta kandungan hara di dalamnya. Untuk memudahkan Anda memilih pupuk bungan yang sesuai, kami akan memberikan beberapa tips berikut ini.

Pilih Tipe Pupuk berdasarkan Bahan Penyusunnya

Berdasarkan bahan penyusunnya, pupuk dibedakan menjadi pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik terbuat dari bahan-bahan alami, sedangkan pupuk anorganik terbuat dari bahan-bahan buatan. Selain bahan penyusunnya, apa sih, perbedaan kedua jenis pupuk ini?

Pupuk Organik: Meningkatkan Daya Serap Tanah terhadap Air

Pupuk organik adalah jenis pupuk yang didapatkan dari proses pelapukan dan penguraian bahan-bahan organik. Contoh pupuk jenis ini adalah pupuk kandang, kompos, dan pupuk hijau. Pupuk jenis ini bisa memperbaiki struktur tanah karena akan membuat tanah menjadi lebih gembur dan remah.

Karena kemampuannya membuat tanah menjadi gembur, daya serap tanah terhadap air pun juga meningkat. Alhasil, tanah tidak akan mudah kehilangan air pada musim kemarau. Selain itu, pupuk organik juga memiliki unsur hara yang banyak. Ia juga mampu meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, untuk mengurai bahan organik menjadi senyawa yang bermanfaat bagi tumbuhan.

Akan tetapi, unsur hara yang terkandung dalam pupuk ini sulit ditentukan banyaknya. Tingkat kelarutannya pun sulit diserap oleh tanah mengingat bahan penyusunnya yang tidak sederhana. Laju pelepasan nutrisi juga cederung lama karena harus melalui proses penguraian terlebih dahulu. Selain itu efektivitas penyerapan nutrisi juga lebih rendah daripada pupuk anorganik.

Pupuk Anorganik: Mengandung Unsur Hara yang Telah Disesuaikan

Pupuk anorganik diproduksi oleh pabrik dengan cara mencampurkan bahan-bahan mineral. Campuran mineral tersebut lalu diolah menjadi pupuk dengan kadar hara tertentu. Contoh pupuk anorganik adalah pupuk urea, ZA, dan SP36. Pupuk jenis ini dapat diserap langsung oleh tanaman karena tersusun dari senyawa kimia yang mdah terlarut.

Pupuk anorganik memberikan takaran hara yang pas karena jumlahnya telah dikalkulasi di pabrik. Bahan penyusunnya sederhana, membuat pupuk ini mudah diserap langsung oleh tanaman. Selain itu, laju pelepasan nutrisi juga lebih cepat daripada pupuk organik.

Akan tetapi, penggunaan pupuk ini juga harus berhati-hati. Jangan sampai kelebihan dosis yang akan mengakibatkan tanah menjadi asam. Penggunaan dalam jangka panjang juga bisa berdampak buruk terhadap matinya mikroorganisme tanah. Kadungan unsur hara pupuk ini juga tidak selengkap pupuk organik karena umumnya hanya mengandung N, P, K.

Pilih Pupuk berdasarkan Tingkat Pertumbuhan Bunga

Menurut kecepatan kerjanya, pupuk dibedakan menjadi dua, yaitu tipe quick-release dan tipe slow-release. Fast release berarti pupuk tersebut cepat larut dan diserap oleh tanaman. Sementara itu, pupuk tipe slow release memerlukan waktu yang lebih lama untuk bisa larut.

Quick-Release: Kinerja Cepat untuk Mendukung Proses Pembungaan

quick-release fertilizer (QRF) atau pupuk lepas cepat adalah yang  cepat larut dalam air. Biasanya berupa pupuk cair atau pupuk kimia. Pupuk jenis ini sering digunakan untuk menutrisi tanaman yang sedang berbunga. Sesuai namanya, unsur hara pupuk ini dapat lepas atau larut dengan cepat segera setelah diaplikasikan ke tanah.

Unsur hara yang terlarut dalam tanah akan diserap oleh akar lalu didistribusikan ke tiap bagian tanaman. Meskipun hasilnya bisa terlihat instan, tetapi durasi efeknya relatif pendek. Jadi, Anda perlu mengaplikasikannya secara berkala sesuai kebutuhan. Contoh pupuk tipe ini adalah pupuk urea, ZA, dan KCI.

Slow-Release: Ideal untuk Proses Pembibitan dan Penanaman Kembali

Proses pelepasan atau pelarutan unsur hara pada slow-release fertilizer (SRF) membutuhkan waktu yang lebih lama. Prosesnya bahkan bisa memakan waktu beberapa bulan. Hal ini disebabkan proses penguraian–bila pupuk organik–dan adanya selaput polimer–pada pupuk anorganik.

Pupuk jenis ini biasanya digunakan pada pembibitan atau penanaman ulang sebagai pupuk dasar. Selain itu, pupuk ini juga cocok untuk tanaman yang tidak menggunakan media pot. Hampir semua pupuk organik merupakan pupuk slow-release. Sementara itu, pupuk anorganik yang termasuk pupuk slow-release adalah SP36.

Pilih Bentuk Pupuk sesuai Kebutuhan Tanaman Bunga Anda

Bentuk pupuk ada dua macam, yaitu padat dan cair. Kedua bentuk tersebut memiliki karakteristik dan kegunaannya masing-masing.

Pupuk Padat: Dapat Langsung Ditaburkan pada Media Tanam

Sesuai namanya pupuk jenis ini memiliki tekstur yang padat berupa butiran, remahan, atau kristal. Pupuk ini termasuk SRF karena efek yang diberikan bersifat perlahan. Pemakaian pupuk ini dengan cara ditebar di media tanam, yang dekat dengan akar. Dengan demikian, nutrisi dalam pupuk dapat lebih mudah diserap oleh tanaman.

Pupuk jenis ini cocok digunakan saat pembibitan atau penanaman kembali, Anda juga bisa mencampurkan pupuk ini dengan tanah untuk meningkatkan kadar hara media tanam. Pupuk ini cocok untuk tanaman berpot atau tidak. Contoh pupuk padat adalah pupuk kandang, humus, urea, dan pupuk NPK Mutiara.

Pupuk Cair: Meresap Cepat untuk Memperbaiki Kondisi Tanaman yang Rusak

Sesuai namanya, pupuk jenis ini bertekstur cair yang diaplikasikan dengan cara disemprot atau disiram. Pada umumnya, pupuk ini termasuk dalam QRF yang cocok digunakan untuk menutrisi tanaman yang tidak sehat. Sebab, ia akan cepat larut dalam tanah dan mengembalikan kesegaran tanaman.

Namun, karena efek pupuk ini tidak bertahan lama, Anda perlu menggunakannya secara berkala. Contoh pupuk cair antara lain adalah pupuk amonia cair, pupuk organik cair, dan kosarin.

Ketahui Cara Aplikasi Pupuk agar Kinerjanya Optimal

Kategori pupuk berdasar cara aplikasinya dibagi menjadi dua, yaitu pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar diaplikasikan pada akarnya supaya dapat segera diserap dan kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tanaman.

Sedangkan pupuk daun diaplikasikan pada daun dan diserap oleh stomata (mulut daun). Pupuk ini biasanya memiliki tujuan khusus untuk kesehatan daun, seperti mencegah kerontokan, membasmi hama, atau menambah kelebatan.

Sesuaikan Pupuk yang Digunakan dengan Jenis Bunga

Jika Anda pencinta tanaman bunga berharga mahal seperti mawar atau anggrek, pilihlah pupuk khusus tanaman tersebut. Setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Dengan menggunakan pupuk khusus, Anda akan memberikan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan bunga Anda.

10 Rekomendasi Pupuk Terbaik untuk Bunga

Setelah kami mengulas kriteria-kriteria dalam memilih pupuk, selanjutnya kami akan merekomendasikan sepuluh produk terbaik.

1. GDM Pupuk Organik Cair Spesialis Tanaman Hias

Sumber: Shopee.co.id

Menguatkan akar sekaligus membangun daya tahan tanaman terhadap penyakit

GDM adalah salah satu pupuk khusus untuk tanaman hias seperti mawar, anggrek, tulip, dan kaktus. Pupuk ini berfungsi sebagai hormon perangsang pertumbuhan bunga. Jadi, tanaman hias Anda akan berbunga dengan baik dan tidak mudah rontok. Kandungan vitamin dan mineral tambahannya juga akan membuat bunga lebih lebat dan warnanya lebih cerah.

Selain itu, pupuk ini juga dirancang untuk memperkuat akar dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit. Akar yang kuat akan membuat tanaman lebih tangguh menghadapi cuaca yang ekstrem sekali pun. Bisa dikatakan, pupuk ini sangat bagus untuk membangun daya tahan tanaman.

Tipe Pupuk organik
Fase kerja Fast release
Bentuk Cair
Isi/berat bersih 1 L
Kisaran harga Rp50.000

2. ZPT Hormona Bumi Makmur Walatra (BMW)

Sumber: Blibli.com

Merangsang pertumbuhan bunga dan buah

Tanaman hias Anda tak lekas berbunga? Tenang saja, ZPT Hormona bisa jadi jawaban masalah Anda. Pupuk ini berkerja sebagai zat pengatur tumbuh dan mengandung hormon-hormon penting seperti auksin, giberelin, sitokinin, IAA, NAA, dan IBA. Hormon-hormon tersebut membantu tanaman memfokuskan energi untuk masuk fase generatif sehingga mempercepat pertumbuhan bunga dan buah.

Pupuk yang diformulasikan dari bahan-bahan herba alami ini dapat digunakan untuk berbagai macam tanaman. Mulai dari tanaman buah, sayuran berbuah, umbi-umbian, dan tanaman hias. Tidak hanya itu, pupuk ini juga bisa digunakan untuk membantu proses okulasi dan pencangkokan.

Tipe Pupuk organik
Fase kerja Fast release
Bentuk Cair
Isi/berat bersih 500 mL
Kisaran harga Rp55.000

3. Sroti G3 Pupuk Tanaman Berbunga dan Berbuah

Sumber: Tokopedia.com

Menjaga kualitas tanah agar Anda bisa menikmati keindahan bunga lebih lama

Pupuk satu ini merupakan jenis pupuk organik slow-release. Anda bisa menggunakannya untuk campuran tanah pada tahap pembibitan, untuk memenuhi nutrisi organik. Selain menambah nutrisi, pupuk ini juga bisa menggemburkan tanah sehingga kemampuan menyerap airnya akan meningkat.

Produk ini sangat bisa diandalkan untuk membuat bunga cepat tumbuh dan mencegahnya cepat rontok. Jadi, Anda bisa menikmati keindahan bunga lebih lama. Bagi Anda yang menanam tanaman buah, pupuk ini juga bisa digunakan, lho. Pupuk ini juga bisa mencegah kerontokan buah sehingga usia di pohonnya lebih panjang dan rasa alaminya meningkat.

Tipe Pupuk organik
Fase kerja Slow release
Bentuk Padat
Isi/berat bersih 480 g
Kisaran harga Rp39.000

4. Orient Orchid Fertilizer

Wajib dimiliki oleh pencinta anggrek

Pupuk ini adalah salah satu produk yang wajib dimiliki oleh Anda, pencinta anggrek. Tak hanya merangsang tumbuhnya bunga, ia juga bisa merangsang munculnya tunas. Tunas yang bermunculan akan memastikan anggrek Anda terus tumbuh dan bertambah lebat. Selain itu, produk ini juga akan mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan daun. Jadi, tak hanya lebat, anggrek Anda juga akan menjadi lebih kuat.

Pupuk ini termasuk pupuk organik sehingga aman digunakan setiap hari. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan kelebihan dosis, terutama bila sedang ingin memperbaiki kualitas anggrek yang Anda miliki. Semakin sering digunakan, tanaman anggrek Anda akan semakin sehat.

Tipe Pupuk organik
Fase kerja Fast release
Bentuk Cair
Isi/berat bersih 100 mL
Kisaran harga Rp30.000

5. Mutiara Pupuk NPK 16-16-16

Sumber: Meroketetapjaya.com

Nutrisi lengkap untuk kesehatan tanaman Anda

Kandungan nitrogen dalam pupuk satu ini sangatlah unik. Dengan nitrat-nitrogen (N03) sebagai nitrogen utama, yang bekerja untuk memastikan kesehatan batang dan daun tanaman Anda. Pupuk ini juga mengandung amonium-nitrogen (NH4), yang dijadikan sebagai cadangan yang dilepaskan secara perlahan.

Selain nitrogen, produk ini juga diperkaya kalium yang sangat berguna untuk meningkatkan hasil produksi. Kandungan N, P, K dalam pupuk ini juga dipastikan lengkap dan seimbang. Keseimbangan nutrisi ini telah dikalkusasi merata untuk setiap butirannya. Jadi, hasil panen Anda lebih seragam dan merata.

Tipe Pupuk anorganik
Fase kerja Slow release
Bentuk Padat
Isi/berat bersih 1 kg
Kisaran harga Rp13.000

6. Grow More NPK 10-55-10

Sumber: Blibli.com

Pupuk tinggi fosfat yang baik untuk masa pembibitan

Produk ini diformulasikan dengan perbandingan bahan aktif  nitrogen 10%, fosfat 55%, kalium 10%, dan beberapa unsur mikro tambahan. Unsur fosfatnya yang tinggi dapat membantu proses asimilasi pada fase generatif dan mempercepat proses pembungaan serta pemasakan buah.

Akar yang kuat menjadi salah satu kunci keberhasilan pembibitan karena pada tahap ini tanaman sangat rentan rusak. Untuk itu, gunakan pupuk berbentuk kristal biru ini karena dikenal sangat baik dalam merangsang tumbuhnya akar dalam proses pembibitan. Tak hanya itu, pupuk ini juga sangat cocok untuk pemindahan bibit ke lapangan atau melakukan setek (cutting).

Tipe Pupuk anorganik
Fase kerja Slow release
Bentuk Padat
Isi/berat bersih 454 g
Kisaran harga Rp34.500

7. Biodoct Probiotik Pupuk Tanaman

Mempercepat pertumbuhan anggrek sampai dua kali lipat

Anggrek dikenal memiliki laju pertumbuhan yang relatif lambat. Bila Anda ingin mempercepat pertumbuhannya, pakailah produk Biodoct ini. Biodock Probiotik Mampu mempercepat laju pertumbuhan anggrek sampai dua kali lipat. Anggrek Anda pun akan lebih cepat berbunga, dengan tunas-tunas baru yang bermunculan.

Tak hanya itu, pupuk ini juga mampu menyegarkan kembali bunga dan daun yang tiba-tiba layu. Kebun Anda juga akan semakin indah karena bunga yang tumbuh akan berwarna lebih tajam dan memesona. Bagi Anda pencinta anggrek, tak ada salahnya mencoba produk ini.

Tipe Pupuk organik
Fase kerja Fast release
Bentuk Cair
Isi/berat bersih 300 mL
Kisaran harga Rp180.000

8. MikroHara Nutrisi Mikro + Vitamin Bunga

Praktis, dengan kemasan botol yang dilengkapi spray

Pupuk organik ini termasuk pupuk daun karena pemakaiannya diaplikasikan pada daun. Kemasannya juga sangat praktis, yaitu botol yang telah dilengkapi dengan spray. Kegiatan berkebun Anda akan lebih cepat karena tidak perlu meracik atau menyiapkan wadah khusus untuk pupuk.

Produk ini memiliki beragam manfaat. Mulai dari menyuburkan hingga merangsang pertumbuhan bunga. Kebun Anda pasti akan terlihat lebat, segar, dan lebih berwarna. Selain itu, produk ini juga mampu meningkatkan jumlah bunga dan mencegah kerontokan. Jadi, Anda dapat menikmati keindahan kebun lebih lama.

Tipe Pupuk organik
Fase kerja Fast release
Bentuk Cair
Isi/berat bersih 500 mL
Kisaran harga Rp35.000

9. Purie Garden Pupuk Hidroponik AB Mix Bunga

Bisa digunakan untuk tanaman hidroponik, maupun tanaman dengan media tanah

Bagi penggemar tanaman hidroponik, Anda bisa melirik produk ini. Bahan penyusunnya dapat larut sempurna dalam air sehingga tidak akan menyumbat sistem irigasi tetes pada tanaman hidroponik. Kandungan unsur haranya sangat lengkap, mulai dari unsur makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S) hingga unsur mikro (Fe, Mn, B, Zn, Cu, dan Mo).

Pupuk ini sangat mudah diserap oleh tanaman. Selain dicampurkan pada air media tanaman hidroponik, ia juga bisa dijadikan sebagai pupuk kocor untuk tanaman dengan media tanah atau lainnya. Pupuk ini juga bisa digunakan untuk berbagai macam tanaman, dari tanaman budi daya sampai tanaman hias.

Tipe Pupuk anorganik
Fase kerja Slow-release
Bentuk Padat
Isi/berat bersih 250 g
Kisaran harga Rp18.000

10. MAGICGro G8 Pupuk Segala Jenis Tanaman

Menguatkan tanaman sekaligus membantu mengusir hama

Anda yang dipusingkan dengan hama mungkin harus mencoba produk ini. Selain menutrisi tanaman, pupuk ini berfungsi sebagai aktivator insektisida dan fungisida. Dengan menambahkan produk ini ke campuran pembasmi hama, efektivitas insektisida akan berlipat ganda.

Sebagai pupuk, kualitas produk ini juga memiliki banyak keunggulan. Produk ini mampu membuat tanaman Anda tumbuh lebih besar, lebat, dan seragam. Ia juga mampu menguatkan akar sehingga tidak mudah kering saat musim kemarau atau busuk ketika musim hujan.

Tipe Pupuk organik
Fase kerja Fast release
Bentuk Cair
Isi/berat bersih 1 L
Kisaran harga Rp153.000

Kesimpulan

Seperti halnya manusia, tanaman juga membutuhkan nutrisi yang memadai agar bisa tumbuh dengan optimal. Untuk dapat menentukan pupuk yang sesuai, Anda harus mengenali terlebih dahulu kebutuhan tanaman Anda. Pilihlah produk yang kandungannya paling sesuai dengan kondisi tanaman Anda. Jangan lupa untuk memperhatikan beberapa poin yang telah kami ulas di atas.

Selain itu, pilih produk yang memudahkan Anda saat mengaplikasikannya. Bila Anda memilih pupuk anorganik, pastikan untuk mematuhi dosis yang telah ditentukan, ya. Sebab, pemakaian berlebih justru akan membawa dampak buruk bagi tanaman Anda. Tanaman yang sahat akan tumbuh dengan kuat dan berbunga indah. Selamat berkebun!

(Visited 174 times, 1 visits today)