Written by 21:36 Makanan & Minuman

10 Rekomendasi Minyak Goreng Terbaik

Rasa gorengan yang gurih dan crispy, mampu membuat banyak orang merasa ketagihan. Sayangnya, gorengan juga memicu berbagai gangguan kesehatan. Oleh sebab itu, gunakanlah minyak goreng berkualitas baik, serta lebih aman bagi kesehatan.

Minyak goreng dibedakan menjadi beberapa jenis dan bahan pembuatan. Anda dapat memilih produk dari SunCo, Filma, Sania, dan masih banyak lagi. Melalui artikel kali ini, kami akan membantu Anda menemukan minyak goreng terbaik versi PickyBest. Selamat membaca!

Cara Memilih Minyak Goreng

Terkadang, memilih minyak goreng yang cocok terasa membingungkan. Ada berbagai jenis minyak, bahan baku, dan merek yang memiliki keunggulannya masing-masing. Apa saja yang sebaiknya Anda perhatikan saat memilih minyak goreng?

Pilihlah Berdasarkan Jenisnya, Minyak Goreng Padat atau Cair?

Anda pasti familier dengan minyak goreng cair yang lazim digunakan penduduk Indonesia. Tapi tahukah Anda, selain cair, minyak goreng juga memiliki bentuk padat seperti shortening. Namun, minyak goreng padat atau fat frying bertekstur lebih lembut dibanding shortening. Selain itu, rasa dan aroma minyak goreng padat tidak akan mengubah cita rasa asli makanan.

Minyak goreng padat sangat cocok digunakan untuk deep frying seperti menggoreng donat, kentang, dan lain-lain. Minyak goreng padat dapat membuat makanan lebih renyah dan tidak terlalu berminyak. Sementara itu, minyak goreng cair sangat cocok untuk dipakai menumis, atau dijadikan salad dressing.

Perhatikan Kandungan Lemak pada Kemasan Produk

Secara garis besar, ada tiga jenis lemak pada minyak goreng, yaitu lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda. Setiap jenis lemak memengaruhi ketahanan panas minyak dan penggunaannya.

Lemak Jenuh: Minim Kerusakan Oksidatif pada Suhu Panas

Kandungan lemak jenuh pada minyak goreng akan membuat minyak lebih stabil dan tahan panas. Oleh karena itu, minyak jenis ini sangat cocok digunakan untuk metode deep frying. Contoh minyak jenis ini adalah minyak kelapa sawit.

Lemak Tak Jenuh: Cukup Sensitif dengan Panas, namun Lebih Sehat

Minyak goreng dengan kandungan lemak tak jenuh lebih tinggi berperan menurunkan kolesterol LDL serta meningkatkan kolesterol LDL. Lemak tak jenuh dibedakan menjadi lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fat) dan lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat).

Minyak yang memiliki kandungan lemak tak jenuh biasanya tidak stabil terhadap panas. Selain itu, minyak yang memiliki kandungan lemak tak jenuh ganda lebih cocok digunakan untuk perasa tambahan. Contoh minyak yang memiliki kandungan lemak tak jenuh tinggi adalah minyak zaitun, alpukat, dan canola.

Periksa Bahan Pembuatan Minyak Goreng

Tersedia bermacam bahan dasar yang digunakan untuk membuat minyak goreng. Di Indonesia, Anda lebih sering menemukan minyak goreng dari kelapa sawit dan jagung. Sementara, beberapa produk lokal dan impor lain menggunakan bahan dasar seperti buah zaitun, canola, dan sunflower.

Kelapa Sawit: Lebih Awet dan Tidak Mudah Tengik

Minyak kelapa sawit adalah minyak yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, minyak kelapa sawit juga awet dan tidak mudah tengik, karena memiliki senyawa yang stabil.

Selain itu, minyak kelapa sawit memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi, sehingga ideal dipakai untuk deep frying. Namun, Anda tidak disarankan untuk menggunakan minyak ini secara berlebihan karena kadar kolesterol dan lemak jenuhnya yang tinggi.

Buah Zaitun: Baik untuk Kesehatan Tubuh

Jika Anda sedang menjaga berat badan, minyak zaitun dapat menjadi pilihan tepat. Minyak zaitun memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang tinggi sehingga baik bagi tubuh. Sayangya, minyak zaitun tidak cocok untuk deep frying. Anda bisa menggunakan minyak zaitun untuk menumis sayuran.

Canola: Membantu Menurungkan Kolesterol dalam Tubuh

Selanjutnya adalah minyak goreng dari canola. Minyak canola kaya akan kandungan omega-3 dan pitosterol. Kandungan pitosterol dipercaya mampu menurunkan kolesterol dalam tubuh. Sayangnya, minyak canola kurang cocok digunakan untuk deep frying. Namun, toleransi titik didihnya lebih tinggi dari minyak zaitun.

Biji Bunga Matahari: Mengandung Asam Linoleat

Minyak biji bunga matahari memiliki kandungan asam linoleat dan lemak tak jenuh yang tinggi. Dengan begitu, minyak biji bunga matahari cukup baik bagi tubuh. Ditambah lagi, minyak jenis ini memiliki titik didih tinggi, cocok untuk deep frying tentunya.

Jagung: Tinggi akan Asam Lemak Tak Jenuhnya

Minyak jagung adalah salah satu minyak yang dianjurkan untuk penderita penyakit jantung. Kandungan lemak tak jenuh yang jauh lebih tinggi dari pada lemak jenuhnya, membuat minyak ini banyak direkomendasikan. Minyak jagung juga memiliki banyak kandungan senyawa alfa tokoferol yang membuat minyak jagung tidak mudah tengik.

Perhatikanlah Warna dan Aroma Minyak

Agar mendapatkan minyak goreng dengan kualitas baik, Anda dianjurkan untuk memperhatikan warna dan aroma minyak. Pilihlah minyak yang berwarna kuning keemasaan, serta tampak jernih. Hindari membeli minyak beraroma tengik. Minyak yang baik memiliki aroma segar dan tidak berbau.

Sebagai tambahan, Anda juga dapat memilih kemasan minyak goreng sesuai kebutuhan. Terdapat beberapa jenis kemasan minyak goreng, seperti botol atau jeriken yang membuat minyak tidak mudah tumpah. Selain itu, Anda juga bisa memilih minyak goreng kemasan stand pouch yang sebagian bisa diisi ulang.

10 Rekomendasi Minyak Goreng Terbaik

Anda telah mengetahui bagaimana cara memilih minyak goreng yang baik, bukan? Selanjutnya, kami akan memberikan sepuluh rekomendasi produk pilihan khusus untuk menemani Anda goreng-menggoreng. Selamat menentukan!

1. Mazola Canola Oil

Sumber: Mazola.com

Kaya antioksidan (vitamin E) untuk jaga kesehatan jantung

Diproses secara higienis dari biji bunga canola, Mazola Canola Oil sangat pas untuk Anda pakai sehari-hari. Minyak goreng ini termasuk salah satu yang cholesterol-free. Bila Anda peduli akan kesehatan jantung, gunakanlah minyak dari canola ini untuk berbagai keperluan memasak.

Selain menggoreng, Mazola Canola Oil juga nikmat dijadikan salad dressing, atau bahkan sebagai bahan menumis. Pada suhu simpan antara 21°-26° C, produk ini dapat bertahan selama 1 – 2 tahun. Namun, lama waktu simpan produk bergantung pada jenis botol yang digunakan.

Jenis Minyak goreng cair
Kandungan lemak Lemak total 14 g (18%), lemak jenuh 4 g (5%), lemak tak jenuh ganda 4 g, lemak tak jenuh tunggal 9 g
Bahan dasar Canola
Ukuran kemasan 900 mL
Bentuk kemasan Botol
Kisaran harga Rp78.300

2. Sania Premium Cooking Oil

Nikmati aroma khas kelapa selama menggoreng

Sania Premium Cooking Oil telah lama menjadi andalan banyak ibu rumah. Minyak dengan warna kuning keemasan ini berlabel SNI dengan fortifikasi vitamin A. Minyak ini mengantongi sejumlah komponen nutrisi, seperti asam lemak omega 9 dan 6, serta vitamin E (tocopherol) yang tinggi.

Saat dan selama menggoreng dengan minyak ini, Anda akan ditemani dengan aroma kelapa murni. Sania memastikan minyak goreng produksinya ini lebih cepat panas. Selain itu, tingkat kerenyahan makanan yang digoreng mampu bertahan lebih lama, serta penyerapan minyaknya pun lebih sedikit.

Jenis Minyak goreng cair
Kandungan lemak Lemak total 8 g, lemak jenuh 3,5 g, lemak tak jenuh tunggal (omega-9) 3,5 g, lemak tak jenuh ganda (omega-6) 1 g
Bahan dasar Kelapa sawit
Ukuran kemasan 2 L
Bentuk kemasan Stand pouch
Kisaran harga Rp26.600

3. Rose Brand Minyak Goreng

Buat masakan Anda lebih gurih dan lezat

Minyak goreng Rose Brand dibuat dengan teknologi modern yang kebersihannya terjaga. Berasal dari kelapa sawit pilihan, minyak ini mampu menjadikan masakan Anda lebih gurih dan lezat.

Rose Brand memperkaya produk ini dengan beta karoten, omega-9, vitamin A dan E yang bagus untuk tubuh Anda. Selain packaging stand pouch seperti tertera di gambar, minyak sayur ini juga hadir dalam kemasan cup 240 mL dan botol 1 L atau 2 L.

Jenis Minyak Goreng Cair
Kandungan lemak Omega-9
Bahan dasar Kelapa sawit
Ukuran kemasan 2 L
Bentuk kemasan Stand pouch
Kisaran harga Rp23.000

4. Tropicana Slim Minyak Jagung

Tinggi kandungan omega-3 yang baik untuk penderita kolesterol

Tropicana Slim memproduksi minyak goreng dengan kandungan lemak jenuh yang rendah. Selain itu, keberadaan omega-3 di dalamnya juga diklaim mampu membantu kurangi kadar kolesterol dalam darah.

Apabila Anda mengharapkan dampak baik bagi jantung, Tropicana Slim Minyak Jagung dilengkapi antioksidan berupa vitamin E. Satu lagi, minyak goreng ini memiliki titik beku rendah. Anda pun bisa menyimpan minyak di tempat yang cukup dingin.

Jenis Minyak goreng cair
Kandungan lemak Lemak total 9 g, lemak jenuh 2,5 g, lemak tak jenuh tunggal 2,5 g, lemak tak jenuh ganda 5 g
Bahan dasar Jagung
Ukuran kemasan 946 mL
Bentuk kemasan Botol
Kisaran harga Rp80.500

5. Bertolli Extra Light Olive Oil

Sumber: Bertolli.com

Cocok sebagai pengganti butter, shortening, dan minyak sayur lain

Apakah Anda bosan menumis masakan dengan butter? Jika demikian, Bertolli mengeluarkan minyak goreng yang dapat Anda jadikan substitusi mentega. Minyak hasil ekstraksi zaitun segar ini ideal dipakai menumis pada panci antilengket.

Karena tidak memiliki rasa, Anda bisa menjadikan minyak ini sebagai pelengkap hidangan tanpa mengganggu cita rasa aslinya. Diklaim memiliki kolesterol dan sodium yang rendah, minyak ini aman bagi Anda yang sedang menjaga berat badan.

Jenis Minyak goreng cair
Kandungan lemak Lemak jenuh 2 g, trans fat 0 g, lemak tak jenuh ganda 1,5 g, lemak tak jenuh tunggal 10 g
Bahan dasar Buah zaitun
Ukuran kemasan 500 mL
Bentuk kemasan Botol
Kisaran harga Rp102.000

6. Borges Sunflower High Oleic Oil

Komposisi vitamin E dan asam lemaknya kaya!

Borges Sunflower High Oleic Oil didesain khusus untuk kebutuhan menggoreng. Produk ini dihasilkan dari sunflower seed melalui metode cold pressed. Proses tersebut memungkinkan nutrisi baik yang disimpan biji bunga matahari terjaga secara optimal.

Ditambah lagi, sebagai brand kenamaan, Borges konsisten dalam memilih bahan baku yang berkualitas. Selain mengandung komposisi asam lemak sehat mendekati persentase asam lemak dari olive oil, produk ini juga lebih kaya akan vitamin E, lho!

Jenis Minyak goreng cair
Kandungan lemak Tidak ada keterangan
Bahan dasar Biji bunga matahari
Ukuran kemasan 1 L
Bentuk kemasan Botol
Kisaran harga Rp65.000

7. Barco Coconut Cooking Oil

Sumber: Barco.co.id

Hambat pembentukan lemak trans berkat daya tahannya terhadap suhu panas

Dibanding jenis minyak nabati lain, minyak kelapa termasuk salah satu yang stabil di suhu panas. Berkat ketahanannya tersebut, minyak kelapa tidak mudah tengik akibat oksidasi. Bagi Anda yang mencari kriteria minyak goreng yang stabil pada temperatur tinggi, pilihlah Barco Coconut Cooking Oil.

Produk ini lebih tinggi kandungan MCFA (medium chain fatty acid) yang mencegah pembentukan lemak trans. Selain itu, minyak goreng Barco juga menawarkan asam laurat yang mampu membunuh bermacam kuman, virus, dan parasit.

Jenis Minyak goreng cair
Kandungan lemak Lemak jenuh 12 g, kolesterol 0 g
Bahan dasar Kelapa
Ukuran kemasan 2 L
Bentuk kemasan Botol
Kisaran harga Rp83.000

8. Filma GoodFry Deep Frying Fat

Goreng berbagai makanan tanpa serap minyak berlebih!

Filma mendesain minyak goreng ini khusus untuk pengaplikasian teknik menggoreng deep frying. Bertitik asap tinggi, minyak padat ini tetap stabil meski dimasak pada suhu panas.

Selain itu, makanan yang dimasak juga takkan menyerap minyak terlalu banyak. Pilih produk ini bila Anda suka menggoreng kentang, donat, sayur berbaluran tepung, dan kerupuk.

Jenis Minyak goreng padat
Kandungan lemak Tidak ada keterangan
Bahan dasar Kelapa sawit
Ukuran kemasan 1 kg
Bentuk kemasan Karton
Kisaran harga Rp72.000

9. Minyak Goreng Tawon

Diperkaya dengan asam amino dan vitamin A

Minyak Goreng Tawon merupakan produk yang diinduksemangi Rose Brand. Walau per liternya sangat terjangkau soal harga, produk ini tetap diolah dengan teknologi canggih. Hasilnya, minyak berwarna jernih lebih aman dikonsumsi satu keluarga.

Tak sekadar melibatkan teknologi modern dan kualitas bahan terbaik, Rose Brand turut menyematkan asam amino dan vitamin A ke dalamnya. Anda bisa memilih kemasan berukuran satu hingga dua liter.

Jenis Minyak goreng cair
Kandungan lemak Lemak jenuh 1,5 g, lemak tak jenuh 2,5 g, lemak tras 0 mg
Bahan dasar Kelapa sawit
Ukuran kemasan 1 L
Bentuk kemasan Stand pouch
Kisaran harga Rp13.500

10. SunCo Minyak Goreng

Diolah dari kelapa sawit segar yang tidak lebih dari 24 jam setelah pemetikan

Penasaran dengan rasa asli dari minyak goreng? Jika iya, produk dari SunCo berikut ini bisa dicicipi, lho! Melalui 5 tahap pengolahan, 2 kali penyaringan, dan 3 kali pemurnian, minyak ini memiliki karakter seperti air, tidak lekat ataupun berbau.

Hasil olah kelapa sawit segar menjadikan minyak ini bening, serta tidak cepat menghitam akibat oksidasi. Pada suhu rendah sekalipun, SunCo Minyak Goreng tidak mudah beku!

Jenis Minyak goreng cair
Kandungan lemak Lemak jenuh 4 g, lemak trans 0 g, kolesterol 0 mg
Bahan dasar Kelapa sawit
Ukuran kemasan 1 L
Bentuk kemasan Stand pouch
Kisaran harga Rp15.000

Kesimpulan

Saat hendak menggoreng, menumis, atau melengkapi hidangan tertentu, minyak goreng yang dipilih haruslah berkualitas. Anda mungkin gemar menyantap kudapan yang digoreng, namun, selalu perhatikan jenis minyak goreng yang digunakan, ya.

Sebagian produk minyak goreng tinggi asam lemak tak jenuh. Akan tetapi, Anda sebaiknya tetap membatasi konsumsi makanan yang digoreng. Semoga dengan adanya artikel ini, Anda semakin mudah menentukan minyak goreng yang sesuai kebutuhan!

(Visited 53 times, 3 visits today)